Home Berita Olah Raga 18 Tahun, Gol Pertama di Piala Dunia

18 Tahun, Gol Pertama di Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Lamine Yamal belum genap berusia 19 tahun ketika ia mencetak gol pembuka bagi Timnas Spanyol dalam kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi di Piala Dunia 2026 di Atlanta. Di menit ke-10, pemain muda berdarah Maroko-Spanyol itu melesatkan tembakan akurat ke pojok gawang, sekaligus menulis sejarah: ia menjadi salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah turnamen ini, dengan usia 18 tahun 343 hari.

Namun, yang lebih menggetarkan bukan hanya statistiknya—tapi cerita di baliknya. Empat tahun lalu, Yamal duduk di bangku kelas, menonton Piala Dunia lewat layar ponsel di antara buku pelajaran. Kini, ia berdiri di atas rumput Mercedes-Benz Stadium, dengan ibunya dan keluarganya bersorak dari tribun, sementara jutaan mata dunia menatapnya.

“Saya selalu bermimpi bisa bermain di Piala Dunia,” ujar Yamal dalam konferensi pers pasca-laga, mengutip pernyataan resmi FIFA. “Tapi mencetak gol di pertandingan pertama saya sebagai starter? Ini lebih dari mimpi. Ini adalah realitas yang tak pernah saya bayangkan.”

Golnya membuka keunggulan Spanyol, yang kemudian diperluas oleh Mikel Oyarzabal lewat dua gol dalam waktu singkat—menit 21 dan 24. Yamal hanya bertahan 45 menit di lapangan sebelum digantikan Yeremy Pino, tapi dampaknya jauh melampaui durasi waktu itu. Ia masuk ke daftar delapan besar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya kalah jauh dari legenda Brasil, Pele, yang mencetak gol pertamanya di usia 17 tahun 239 hari.

Kemenangan ini bukan sekadar poin untuk Spanyol di Grup G—ia adalah simbol kebangkitan generasi baru. Yamal, yang lahir di Barcelona dari orang tua imigran Maroko, kini menjadi wajah harapan baru sepak bola Eropa: cepat, berani, dan tak takut pada tekanan panggung terbesar.

Di sepatunya, ia bahkan mengibarkan dua bendera: Spanyol dan Maroko—mengakui akar budayanya sekaligus membela negara yang membesarkannya. Di tengah gemuruh sorak penonton, ia bukan hanya pemain muda yang mencetak gol. Ia adalah bukti bahwa mimpi yang lahir di ruang kelas bisa berubah menjadi keajaiban di panggung dunia.

Previous articleJakarta Kaji Biopori Jumbo Atasi Tumpukan Sampah di Kali Gendong
Next articleTravel Tabrak Truk di Tol Batu Bara, 4 Tewas
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik