Home Berita Nasional DPR Janji Cabut Tersangka Mahasiswa dan Evaluasi MBG

DPR Janji Cabut Tersangka Mahasiswa dan Evaluasi MBG

Sumbawanews.com,- Pertemuan antara pimpinan DPR dan perwakilan mahasiswa dari Trisakti, Esa Unggul, Mercu Buana, serta HMI berakhir dengan sejumlah komitmen konkret usai demonstrasi massal di depan Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Dalam durasi satu setengah jam, para wakil rakyat merespons tuntutan mahasiswa yang menyoroti ketidakadilan hukum, kelangkaan BBM, dan ketidakefektifan program pemerintah.

Salah satu janji paling menonjol adalah pencabutan status tersangka terhadap 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang ditahan terkait aksi peringatan 27 tahun Tragedi Trisakti di Balai Kota Jakarta pada Mei 2025. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengonfirmasi, Ketua Komisi III Habiburokhman telah berkoordinasi langsung dengan aparat kepolisian. “Dalam waktu satu minggu ke depan, insyaallah status tersangka mereka akan dicabut,” ujar Saan di depan massa yang masih berkumpul di luar gedung. Tak hanya itu, dua mahasiswa Mercu Buana yang ditahan karena membawa bensin—meski tak digunakan untuk aksi—langsung dibebaskan malam itu juga.

DPR juga mengambil langkah langkah tak biasa: menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, secara langsung lewat telepon selama pertemuan berlangsung. Mahasiswa menuntut evaluasi mendalam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai boros dan tidak tepat sasaran. Saan menyebut BGN tengah melakukan penyisiran anggaran yang berpotensi menghemat hingga Rp70 triliun. “Kami siap mempertemukan mahasiswa dengan BGN jika masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut,” tegasnya.

Persoalan kelangkaan BBM subsidi dan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax juga menjadi sorotan. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dengan percakapan itu didengar secara langsung oleh para demonstran. Bahlil berjanji menyelesaikan ketidakstabilan harga dalam waktu dekat, terutama terkait skema penyesuaian yang tiba-tiba dan tidak terkoordinasi. “Kami minta penurunan harga yang realistis segera diatur, mengingat tekanan global mulai mereda,” kata Saan menirukan pernyataan menteri.

Lebih dari itu, DPR berkomitmen menjadi jembatan antara aspirasi mahasiswa dan pemerintah pusat. Tuntutan yang disampaikan tak hanya terbatas pada MBG dan BBM, tetapi juga mencakup stabilitas ekonomi, penegakan supremasi sipil, evaluasi program strategis nasional, hingga nasib guru honorer yang hingga kini belum mendapat kepastian hukum. “Semua ini akan kami sampaikan secara resmi ke kementerian terkait. Kami tidak akan membiarkan suara generasi muda menguap begitu saja,” tegas Dasco.

Presiden Mahasiswa Trisakti, Dhenni Ribowo, menanggapi dengan hati-hati. “Kami tidak percaya pada janji-janji kosong. Kami akan mengawal setiap komitmen ini hingga terwujud. Jangan coba-coba mengabaikan rasa lapar dan emosi rakyat. Mereka sudah muak dengan retorika,” ujarnya tegas.

Pertemuan ini bukan sekadar dialog simbolis. Ini adalah bukti bahwa tekanan publik, terutama dari generasi muda yang terdidik dan terorganisir, masih mampu memicu respons sistemik dari lembaga tertinggi perwakilan rakyat. Dalam dunia politik yang sering terjebak dalam kebuntuan, langkah DPR kali ini—cepat, transparan, dan langsung—menjadi penanda bahwa dialog bukan lagi pilihan, tapi keharusan.

Previous articleUtusan Trump Bertolak ke Swiss untuk Negosiasi dengan Iran
Next articleJokowi Tak Akan Gabung PSI, Kata Ahmad Ali
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.