Sumbawanews.com,- Ribuan aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di kampus Trisakti dan berakhir di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 14 Agustus 2023. Sebanyak 4.000 personel dari berbagai satuan, termasuk Polri, TNI, dan Satpol PP, ditempatkan di sepanjang rute perjalanan mahasiswa, mulai dari kawasan Grogol hingga gerbang utama DPR RI.
Aksi yang diinisiasi oleh sejumlah organisasi kemahasiswaan ini bertujuan menuntut penundaan pengesahan RUU KUHP dan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM. Ribuan peserta bergerak secara damai, membawa spanduk, bendera, dan alat musik tradisional sebagai simbol perlawanan intelektual. Meski sempat terjadi ketegangan di sejumlah titik, terutama saat rombongan mencoba mendekati pintu masuk Gedung Nusantara, tidak ada bentrokan fisik yang tercatat.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, mengatakan pengerahan massal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini. “Kami tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan. Karena ini adalah hak konstitusional, kami pastikan ruang bagi aspirasi tetap terbuka, sekaligus menjaga ketertiban umum,” ujarnya di lokasi.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari gerakan berkelanjutan. “Kami tidak datang untuk merusak, tapi untuk mengingatkan negara bahwa suara generasi muda tidak bisa diabaikan,” kata Laila, koordinator aksi dari Universitas Indonesia.
Pemerintah, melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung, menyatakan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap dialog. “Kami menghargai kritik konstruktif. Tapi proses legislasi tetap berjalan sesuai mekanisme konstitusional,” ujar Pramono dalam konferensi pers singkat usai aksi.
Pantauan di lapangan, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis HAM juga hadir mendampingi mahasiswa. Di sepanjang jalan, warga sipil memberikan air minum, makanan, dan dukungan moral. Tidak ada penangkapan atau penggunaan kekerasan oleh aparat sepanjang aksi berlangsung.
Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar sejak awal tahun 2023, sekaligus menandai kembalinya gelombang protes mahasiswa secara terorganisir di ibu kota. Pemerintah dan DPR kini dihadapkan pada tekanan politik yang semakin nyata, di tengah upaya mempercepat agenda reformasi hukum nasional.

















