Sumbawanews.com,- Dallas – Laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Texas, menjadi panggung bagi dua ikon sepak bola generasi berbeda: Harry Kane dan Luka Modric. Inggris menghadapi Kroasia dalam pertandingan yang tak hanya menentukan arah grup, tapi juga menjadi simbol peralihan zaman di kancah sepak bola dunia.
Kane, kapten sekaligus ujung tombak The Three Lions, tampil sebagai pusat serangan tim asuhan pelatih Gareth Southgate. Dibantu oleh Jude Bellingham yang lincah di lini tengah, serta sayap cepat Anthony Gordon dan Noni Madueke, Inggris berambisi membongkar pertahanan Kroasia yang dikenal tangguh. Di belakang, Declan Rice dan Elliot Anderson menjadi jembatan antara pertahanan dan serangan, memastikan keseimbangan permainan.
Sementara itu, Kroasia — tim yang pernah menjuarai Piala Dunia 2018 — masih mengandalkan kebijaksanaan dan kontrol permainan dari sang kapten, Luka Modric. Di usia 39 tahun, pemain Real Madrid itu tetap menjadi otak permainan, mengatur ritme dengan presisi klasiknya. Dukungan dari Mario Pasalic, Martin Baturina, dan Petar Sucic memberi kekuatan tambahan di tengah lapangan, sementara Ivan Perisic dan Petar Musa siap memanfaatkan celah lewat kecepatan dan pengalaman.
Di belakang, Jordan Pickford menjaga gawang Inggris dengan konsistensi yang kian matang, didukung oleh jajaran bek yang lincah: Ezri Konsa, Nico O’Reilly, John Stones, dan Reece James. Sementara Kroasia mengandalkan Dominik Livakovic — penjaga gawang andalan yang kembali menunjukkan ketajaman refleksnya — serta lini belakang yang terdiri dari Josko Gvardiol, Josip Sutalo, Josip Stanisic, dan Luka Vuskovic, yang menawarkan kombinasi kecepatan dan disiplin taktis.
Susunan pemain:
**Inggris (4-2-3-1):** Jordan Pickford; Ezri Konsa, Nico O’Reilly, John Stones, Reece James; Declan Rice, Elliot Anderson; Jude Bellingham; Noni Madueke, Harry Kane (kapten), Anthony Gordon.
**Kroasia (3-4-3):** Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josko Gvardiol, Josip Sutalo, Luka Vuskovic; Luka Modric (kapten), Mario Pasalic, Martin Baturina, Petar Sucic; Ivan Perisic, Petar Musa.
Pertandingan ini bukan sekadar laga grup — ini adalah momen ketika generasi emas yang pernah mengukir sejarah (Modric) berhadapan dengan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet (Kane). Di tengah gemuruh penonton di Dallas, dua kapten ini akan saling menguji: satu dengan pengalaman yang tak tergantikan, satu lagi dengan ambisi yang tak terbendung.
Hasilnya akan menentukan siapa yang lebih siap memimpin perjalanan menuju babak gugur — dan siapa yang harus membuktikan bahwa legenda masih bisa mengalahkan waktu.















