Sumbawanews.com,- Microsoft resmi meluncurkan generasi terbaru Surface Laptop dan Surface Pro, yang ditenagai oleh chip Qualcomm Snapdragon X2 terbaru. Meski menjanjikan peningkatan performa grafis hingga 53 persen dan masa pakai baterai hingga 15,5 jam, harga kedua perangkat ini melonjak drastis—sekaligus mengurangi kapasitas penyimpanan dasar.
Surface Laptop generasi baru kini dijual mulai dari $1.599, naik $600 dari harga awal generasi sebelumnya yang sebelumnya $999. Bahkan, harga terbaru generasi sebelumnya pun sudah dinaikkan menjadi $1.499 beberapa bulan lalu. Namun, versi terbaru justru hanya menyediakan penyimpanan 256 GB—setengah dari kapasitas dasar generasi sebelumnya yang 512 GB. Padahal, Microsoft sebelumnya sudah menghentikan varian 256 GB pada akhir 2023, dan kini justru mengembalikannya sebagai opsi dasar.
Semua varian tetap dilengkapi RAM 16 GB, tetapi langkah ini menimbulkan kekhawatiran: apakah Microsoft akan mengikuti tren industri dengan menurunkan RAM dasar di model entry-level di masa mendatang, seperti yang baru saja dilakukan Dell pada XPS 13?
Surface Pro mengalami nasib serupa. Harga awalnya dulu $999, naik menjadi $1.199 setelah penghapusan varian 256 GB, dan kini kembali turun ke 256 GB dengan harga $1.499. Belum termasuk biaya tambahan untuk keyboard detachable yang dijual terpisah—sebuah kebijakan yang semakin membuat konsumen merasa seperti membayar untuk komponen inti secara terpisah.
Kenaikan harga ini bukan hanya milik Microsoft. Banyak laptop Windows berbasis chip Intel atau Qualcomm terbaru juga mengalami kenaikan serupa, sementara model generasi lama masih bertahan di pasaran. Ini mencerminkan tekanan berkelanjutan dari krisis pasokan komponen, terutama pada memori dan penyimpanan, yang hingga kini belum pulih sepenuhnya.
Meski demikian, keunggulan desain khas Surface tetap dipertahankan: layar beraspek rasio 3:2 yang ideal untuk produktivitas, serta keyboard detachable yang tetap menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Perubahan paling nyata selain spesifikasi adalah warna baru—Jade untuk Surface Laptop 13,8 inci, dan Dune untuk Surface Pro, yang memberi sentuhan estetika lebih hangat.
Kedua perangkat ini mulai tersedia hari ini, menyusul peluncuran Surface Laptop Ultra yang lebih futuristik beberapa minggu lalu, yang akan mengusung chip Nvidia RTX Spark akhir tahun ini. Namun, bagi konsumen biasa, pertanyaan utamanya bukan lagi soal kecepatan atau desain—tapi apakah mereka bersedia membayar lebih untuk mendapatkan lebih sedikit.
Dengan harga yang kini menyentuh kisaran premium, Surface kini berada di persimpangan: apakah akan tetap menjadi simbol produktivitas yang terjangkau, atau berubah menjadi simbol kemewahan yang semakin terpisah dari kebutuhan sehari-hari.















