Jember, Sumbawanews.com – Ada peribahasa , tak kenal maka tak sayang. Mungkin berangkat dari situlah kita bisa mengenal lebih dekat dan mendalam siapa sosok yang punya nama Totok itu yang tengah menjadi bahasan obrolan di media.
Yang pasti dan jelas, nama lengkap Totok adalah Totok Sumianta. Lahir di Nganjuk 50 tahunan yang lalu. Ia meniti karier di jurnalistik sejak tahun di bawah 2000 an.
Ketika itu bergabung dengan media nasional yaitu Harian Pelita Jakarta, dan saat itu dia mulai dikenal di kalangan wartawan senior seperti almarhum Samsu Hadi Komppas, Esa Ghani , Suyono Hs Surabaya Pos. Almarhum Lukito Memorandum, Andung Kurniawan Jawa Pos, almarhum Singgih Sutoyo Harian Pelita, Didik Mashudi Surya, Satrio Ijo Surya, Didik kantor Berita Antara dan Sumaji Derap Pembangunan dan lain lainnya. Bahkan, dikenal juga di pejabat atau petinggi di instansi negeri dan swasta di Jember
Kiprahnya berangkat dari media nasional itulah yang supel dan mudah bergaul serta familier kepada siapa juga, membuat dirinya cepat dikenal di jurnalis senior. Bahkan, sampai sekarang pun nama Totok sangat sangat melekat dan familier di era media online saat ini.
Ketika itu, beliaunya sebagai wartawan ditugaskan liputan mengkaver di wilayah Karesiden Besuki ketika itu meliputi Kabupaten Jember, Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo.
Seiring berjalannya waktu, saat itu Jawa Pos Radar Jember membuka diklat jurnalistik, nama Totok ikut mendaftar. Selama diklat itulah, dari puluhan peserta yang mengikuti diklat di seleksi dan diambil 5 besar yang dinilai memenuhi syarat dan layak untuk magang di Radar Jember, salah satunya Totok.
Dari 5 peserta yang magang, akhirnya hanya Totok yang bertahan dan bergabung meniti karier sebagai jurnalis di Radar Jember sekitar tahun 2000 an.
Pria yang kini telah dikarunia 4 putra ini, ketika itu bertugas sebagai wartawan Radar Jember tidak lama kemudian dimutasi ke Kabupaten Bondowoso.
Bertugas di Bondowoso tidak lama hanya sekitar 3 tahunan, lalu ditarik ke Jember. Entah karena ini rahasia perusahaan, tak lama kemudian Totok digeser ke Kabupaten Lumajang. “Saya sempat bertanya dalam hati kecil saya, kok pindah lagi yaa,” ujar wartawan senior yang kini menekuni pertanian organik di Desa Karangbayat.
Singkat kata, sekitar dua tahunan bertugas di Kabupaten Lumajang ketika itu Bupati Lumajang Achmad Fauzi dan Kepala Bagian Keuangan Indah Amperwati yang sekarang jadi Bupati Lumajang, lalu dia ditarik lagi ke Jember.
“ Ya, begitulah kalau bertugas itu haus siap ditempatkan dimana saja, Ya , saya laksanakan dan ikuti perintah,” ungkapnya.
Ketika digeser di Jember itulah Totok mengaku kenal dengan namanya politik dan terjunlah di dunia politik juga menjadi pengurus partai dengan jabatan Wakil Sekretaris dan Ketua Bidang Komunikasi DPC Kabupaten Jember.
Bahkan, Totok pernah mencalonkan anggota DPRD Jember tahun 2009, hiingga tiga kali tapi belum berhasil.
Tak hanya sampai disitu, Totok pernah mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Jember, tapi tidak berlanjut karena sesuatu hal. Semangat Totok patut kita acungan jempol, meski gagal di sejumalah kancah politik , Totok juga gagal ketika mencalonkan Ketua PWI Jember.
Tapi ada catatan prestasi yang menarik dan sangat unik, justru dikancah politik tingkat level dasar, Totok moncer berhasil sukses menjadi Ketua RT di Patrang dengan raihan suara mutlak dari tiga calon lawan politiknya, suaranya dikumpulkan jadi satu, Totok yang unggul.
”Ya, semua itu saya nikmati, namanya perjuangan pasti ada yang berhasil dan yang tertunda, Saya juga pernah jadi pengurus PSI Askab Jember , lho,’ pungkas Totok sambil tersenyum manis. (Madeg / Paidi Indrawan)















