Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto akan menerima kunjungan kenegaraan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pada akhir tahun 2026. Rencana ini diumumkan usai pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.
Dalam keterangan resmi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa kunjungan Emir Qatar akan menjadi momen bersejarah dalam memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar. Kedua negara, yang telah menjalin kerja sama erat sejak 1976, berencana memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan keamanan regional melalui pertemuan ini.
Selain itu, pemerintah Qatar menegaskan komitmen investasi senilai US$4 miliar di Indonesia, dengan fokus pada sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan pengembangan sumber daya manusia. Pihak Qatar juga membuka peluang perluasan investasi di bidang teknologi dan pertanian, sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi yang selaras dengan visi Indonesia menuju ekonomi berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi lanjutan dari lawatan Presiden Prabowo ke Doha pada September 2025, ketika ia menjadi salah satu pemimpin negara non-Arab pertama yang menerima sambutan langsung dari Emir Qatar di Istana Lusail. Saat itu, kunjungan Prabowo dilakukan dalam konteks ketegangan regional pasca-serangan terhadap Doha, dan Indonesia secara tegas menyatakan dukungan terhadap kedaulatan Qatar serta mendorong resolusi damai melalui dialog internasional.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin juga membahas dinamika geopolitik di Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik di Gaza dan Lebanon. Prabowo menekankan pentingnya peran aktif negara-negara netral dalam menjaga keseimbangan keamanan global, sementara Emir Qatar menyambut baik inisiatif Indonesia sebagai mediator di forum internasional.
Kedua negara juga berencana memperdalam kerja sama budaya dan pendidikan, termasuk program pertukaran pelajar dan kolaborasi riset antar universitas. Pada 2023, Indonesia dan Qatar pernah menggelar “Culinary Journey” yang mempertemukan koki tradisional Jawa Barat dengan chef Qatar, menunjukkan kekayaan budaya yang menjadi fondasi hubungan bilateral.
Dengan rencana kunjungan Emir Qatar yang kini semakin pasti, Indonesia dan Qatar tampaknya sedang membangun kemitraan strategis yang tidak hanya berbasis energi, tetapi juga nilai-nilai solidaritas, stabilitas, dan penghormatan terhadap kedaulatan—prinsip yang menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia di era kepemimpinan Prabowo Subianto.















