Home Berita Nasional Jokowi Keliling Daerah Tegaskan Pindah dari PDIP

Jokowi Keliling Daerah Tegaskan Pindah dari PDIP

Sumbawanews.com,- Mantan Presiden Joko Widodo rencananya akan memulai tur nasional ke 38 provinsi, mulai dari Lampung pada akhir Juni 2026, sebagai langkah strategis untuk secara resmi menegaskan peralihan politiknya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini bukan sekadar blusukan biasa, melainkan upaya sistematis untuk menghapus keraguan publik bahwa dirinya masih terikat dengan partai yang pernah membawanya ke kursi kepresidenan.

Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, mengatakan bahwa kunjungan Jokowi ke berbagai daerah akan dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat, relawan, dan pengurus PSI bahwa ia sudah tidak lagi menjadi kader PDIP. “Ini penting agar tidak ada lagi klaim di tengah masyarakat bahwa Pak Jokowi masih di PDIP. Kami ingin publik tahu: beliau sudah fix di PSI,” ujar Bestari, mantan politikus NasDem yang kini menjadi salah satu arsitek strategi politik PSI.

Meski jabatan resmi Jokowi di PSI—yang diperkirakan sebagai Ketua Dewan Pembina—belum diumumkan secara formal, sinyal-sinyal ke arah itu telah lama terasa. Kehadirannya di panggung politik PSI sejak pemilu 2024, termasuk dukungan terbuka terhadap pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, telah dianggap sebagai tanda tak tersirat dari peralihan loyalitas. Kini, tur nasional ini diharapkan menjadi momen pemakluman publik yang tak terbantahkan.

Dalam setiap kunjungan, Jokowi dijadwalkan bertemu tokoh masyarakat, organisasi lokal, dan jajaran PSI setempat. Salah satu agenda utama yang diharapkan PSI adalah agar mantan presiden itu kembali mendeklarasikan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang keduanya sebelumnya dipecat dari PDIP karena mendukung pasangan tersebut dalam Pilpres 2024.

Pemecatan Jokowi dari PDIP sendiri telah resmi dilakukan melalui Surat Keputusan DPP PDIP Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024, dengan alasan pelanggaran AD/ART partai. Gibran dan Bobby Nasution—putra dan menantu Jokowi—juga dipecat karena dianggap mengkhianati garis partai dengan berkoalisi dengan Prabowo. Dengan demikian, tur Jokowi bukan hanya soal pindah partai, tapi juga menjadi simbol penutupan babak lama dan pembukaan fase baru dalam dinamika politik nasional.

PSI percaya bahwa kehadiran Jokowi di tengah masyarakat—dengan gaya khasnya yang dekat dan santai—akan menjadi alat sosialisasi paling efektif. Di tengah kekhawatiran bahwa partai kecil seperti PSI kesulitan menembus elektoral, kekuatan simbolis mantan presiden ini bisa menjadi katalisator legitimasi politik yang tak ternilai.

Dengan demikian, perjalanan Jokowi ke 38 provinsi bukan sekadar rangkaian acara, melainkan sebuah pernyataan politik yang dirancang dengan presisi: tidak lagi di PDIP. Bukan hanya kata-kata. Tapi perbuatan. Dan perjalanan.

Previous articleIran Gunakan Psikolog untuk Analisis Mental Trump dalam Negosiasi Damai
Next articleBigetron by Vitality Juara MPL ID S17, Dominasi Mutlak atas Onic
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.