Sumbawanews.com,- Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Tegar Beriman, Cibinong, berubah menjadi panggung kebersamaan yang penuh semangat pada Minggu pagi (14/6/2026). Ribuan warga Kabupaten Bogor berbaur tanpa sekat bersama jajaran Polres Bogor dalam rangkaian acara pembuka Bhayangkara Fest 2026, memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Bukan sekadar senam pagi, acara ini menjadi simbol nyata dari pendekatan polisi yang humanis, proaktif, dan dekat dengan rakyat.
Sejak pukul 06.00 WIB, alunan musik dan gerakan senam yang dipimpin instruktur dari atas panggung utama langsung menarik perhatian ibu-ibu, pemuda, pelajar, hingga lansia. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto tak hanya hadir sebagai peninjau—ia berdiri di barisan terdepan, ikut mengikuti setiap gerakan, tersenyum, dan berbincang ringan dengan warga. “Kami ingin menunjukkan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tapi bagian dari keluarga besar masyarakat,” ujar Wikha usai kegiatan.
Pendekatan ini sengaja dirancang sebagai pintu masuk untuk membangun kepercayaan. Setelah senam, warga beralih ke stan-stan layanan publik yang disediakan secara gratis: SIM Keliling, pelayanan SKCK, konsultasi hukum, hingga pameran motor antik kepolisian yang memikat hati para pecinta otomotif. Di stan “Sayur Berkah”, lebih dari 5 kuintal sayuran segar hasil panen petani lokal dibagikan secara cuma-cuma—sebuah bentuk solidaritas ekonomi sekaligus dukungan terhadap UMKM lokal.
Tak hanya membangun fisik, Polres Bogor juga membangun hubungan emosional. Di tengah hiruk-pikuk kegembiraan, terlihat petugas kepolisian yang membantu ibu-ibu membawa karung sayur, atau mengarahkan lansia ke pos kesehatan ringan. “Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah cara kami merawat hubungan dengan masyarakat, satu per satu, hari demi hari,” kata salah satu anggota Polwan yang membantu pendaftaran SKCK.
Rangkaian acara ini akan berlanjut sepanjang Juni, dengan agenda rutin mingguan di CFD Cibinong. Polres Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan “Smart Policing yang Berbasis Kemanusiaan”—bukan hanya teknologi canggih, tapi kehadiran yang nyata, hangat, dan penuh empati.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan sejarah, tapi titik balik menuju polisi yang benar-benar dicintai, dipercaya, dan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

















