Home Berita Nasional Belasan Kios Ludes Terbakar di Kampung Lio Depok

Belasan Kios Ludes Terbakar di Kampung Lio Depok

Sumbawanews.com,- Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada Minggu petang, 14 Juni 2026. Sebanyak belasan kios semi permanen habis dilalap api dalam waktu singkat, menyisakan puing-puing hitam dan duka mendalam bagi para pedagang yang kehilangan segala modal usaha.

Api diduga bermula dari sebuah kios laundry yang tak berpenghuni saat kejadian. Sekitar pukul 17.30 WIB, api yang awalnya kecil tiba-tiba membesar, menjalar cepat ke bangunan-bangunan di sekitarnya yang terbuat dari bahan mudah terbakar—plastik, kayu, dan kain—dengan jarak antarkios yang rapat. Warga setempat, Romlah (60), mengatakan ia baru menyadari kebakaran setelah mendapat kabar dari tetangga. “Saat saya sampai, api sudah tinggi. Hanya selisih beberapa kios dari rumah saya,” ujarnya sambil menahan napas, sambil mengeluarkan barang-barang penting demi menghindari kerugian lebih besar.

Tak ada yang bisa berbuat banyak selain memadamkan api dengan alat seadanya: ember, selang air, dan pasir. “Laundrynya kosong, tidak ada yang bisa langsung tangani. Kalau ada orang di dalam, mungkin tidak sampai begini,” kata Romlah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Depok merespons dalam waktu kurang dari satu menit setelah menerima laporan melalui call center 112. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan dari markas komando, Pos Merdeka, dan Pos Wali, dengan total 12 petugas. Namun, upaya pemadaman terhambat oleh keterbatasan sumber air. Sumber terdekat berada di Situ Rawa Besar, sementara jalur sempit dan bangunan yang berjejal mempersulit akses mobil pemadam.

“Api menyebar sangat cepat karena struktur bangunan sangat padat dan bahan bakunya sangat rentan,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional DPKP Depok, Tesy Haryanti. Ia menegaskan, hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian materiil masih dalam proses pendataan, terutama karena sejumlah lokasi yang ikut terbakar adalah gudang rongsokan dan toko barang bekas.

Kawasan Kampung Lio, yang dikenal sebagai pusat usaha mikro warga, kini menjadi puing-puing yang sunyi. Para pedagang yang kehilangan usaha bertahun-tahun berdiri di pinggir jalan, memandangi asap yang masih mengepul dari reruntuhan. Beberapa di antaranya hanya bisa menangis diam-diam, sementara yang lain saling berbagi bantuan seadanya: nasi bungkus, air minum, dan pelukan.

Pemerintah Kota Depok belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah tanggap darurat atau bantuan pemulihan. Namun, kejadian ini kembali menggugah kesadaran akan kerentanan permukiman padat yang minim infrastruktur kebakaran—tempat di mana nyawa dan usaha warga bisa lenyap dalam hitungan menit, tanpa peringatan, tanpa pertolongan.

Petugas masih berjaga di lokasi untuk memastikan tak ada kobaran api tersisa. Sementara itu, warga berharap kebakaran ini bukan sekadar bencana alam, tapi juga titik balik bagi kebijakan tata ruang dan pencegahan kebakaran di permukiman kumuh.

Previous articleInggris Gagalkan Kapal Tanker Rusia, Ukraina Merespons Positif
Next articleLansia Hampir Diculik di PIK, Polisi Identifikasi Dua Pelaku
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.