Sumbawanews.com,- Jakarta – Dua raksasa Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia akan bertemu dalam laga puncak yang menentukan siapa yang berhak menyandang gelar Kingfinix musim ini. Onic dan Bigetron by Vitality (BTR) siap bertarung habis-habisan pada Grand Final MPL ID S17, Minggu (14/6/2026), pukul 17.30 WIB, dalam duel best-of-seven yang menegangkan.
Pertandingan ini bukan sekadar final biasa. Ini adalah balas dendam yang telah lama ditunggu. BTR, yang terpuruk di upper bracket setelah kalah 3-4 dari Onic dalam laga penentuan tiket final, kini memiliki satu kesempatan terakhir untuk membalas kekalahan itu—dan sekaligus meraih gelar juara yang selama ini menghindar. Sementara Onic, tim yang tampil konsisten sepanjang musim, datang dengan misi lebih berat: mempertahankan dominasi dan menegaskan diri sebagai tim terbaik Indonesia di era terbaru MLBB.
Kedua tim telah melewati perjalanan panjang. Onic mengamankan tempat di final lebih dulu setelah menundukkan Geek Fam dengan skor 4-1 dalam Upper Bracket Final pada Jumat lalu. Di sisi lain, BTR harus melewati ujian berat di lower bracket. Dalam laga penentu tiket final, mereka menghadapi Geek Fam yang tampil luar biasa di awal seri—mengambil game pertama dengan agresivitas tinggi dan memaksa BTR berjuang keras. Namun, ketahanan dan kematangan strategi BTR lah yang akhirnya menang. Dengan kemenangan 4-1, tim berjuluk Robot Merah itu membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim yang bertahan, tapi tim yang mampu bangkit dari jurang kekalahan.
Format pertandingan kali ini berbeda dari seri sebelumnya. Setelah babak playoff menggunakan sistem double elimination, Grand Final dan Lower Bracket Final kini berlangsung dalam format best-of-seven—memberi ruang lebih luas bagi kejutan, kegagalan, dan kecemerlangan. Setiap pick dan ban, setiap team fight, bisa menjadi penentu takdir. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Kedua tim, dengan komposisi pemain yang sudah teruji, tahu persis bahwa ini bukan hanya soal skill, tapi soal mental, adaptasi, dan keberanian mengambil risiko.
Di balik semua itu, ada lebih dari sekadar gelar. Kedua tim telah memastikan diri lolos ke MSC 2026, turnamen internasional yang akan berlangsung di Paris beriringan dengan Esports World Cup mulai 1 Juli mendatang. Tapi bagi para pemain, penggemar, dan manajemen, gelar MPL S17 tetap menjadi mahkota tertinggi—simbol keunggulan domestik yang menjadi fondasi reputasi di kancah global.
Onic, dengan gaya permainan yang terstruktur dan konsisten, menjadi favorit berdasarkan performa sepanjang musim. Namun, BTR punya satu kekuatan yang tak bisa diabaikan: dendam. Dendam yang telah berubah menjadi fokus, dendam yang telah menjadi motivasi. Di atas panggung terbesar, di depan jutaan mata, mereka bukan lagi sekadar tim yang ingin menang—mereka adalah tim yang ingin membuktikan bahwa kekalahan di upper bracket bukan akhir, tapi awal dari kebangkitan.
Pertandingan ini bukan hanya tentang siapa yang lebih kuat. Ini tentang siapa yang lebih siap—secara teknis, emosional, dan psikologis. Dua tim, dua filosofi, satu takhta. Dan di balik layar, jutaan penggemar menahan napas, menunggu siapa yang akan menjadi raja MLBB Indonesia di musim ini.

















