Home Serba Serbi Tekno KPMG Tarik Laporan AI yang Penuh Hoaks

KPMG Tarik Laporan AI yang Penuh Hoaks

Sumbawanews.com,- Laporan berjudul *Total Experience: Redefining Excellence in the Age of Agentic AI* yang diterbitkan oleh KPMG, salah satu dari empat firma akuntansi terbesar dunia, ternyata dipenuhi oleh hoaks buatan kecerdasan buatan. Investigasi oleh GPTZero, perusahaan pengembang alat deteksi konten AI, menemukan bahwa dari 45 kutipan dalam laporan tersebut, hanya lima yang merujuk pada sumber asli. Sebanyak 28 kutipan memutarbalikkan judul atau menambahkan elemen fiktif ke sumber nyata, sementara 12 lainnya terlalu samar untuk diverifikasi. Fenomena ini diistilahkan GPTZero sebagai “vibe citing”—praktik menciptakan referensi palsu yang terdengar meyakinkan namun tidak berdasar.

Lebih parah lagi, sekitar setengah dari klaim dalam laporan itu terbukti salah atau salah atribusi. Salah satu contohnya, KPMG menyatakan bahwa maskapai Emirates meluncurkan chatbot bernama Sara yang mampu mengubah pemesanan penerbangan penumpang secara otomatis. Faktanya, Sara hanyalah asisten mobile yang diluncurkan pada 2023, tanpa kemampuan AI untuk mengelola pemesanan. Klaim serupa ditemukan terhadap UBS, bank investasi multinasional asal Swiss, yang disebut telah mengintegrasikan agen AI ke dalam layanan penasihat investasi, manajemen risiko, dan pemantauan kepatuhan. UBS menegaskan klaim itu “tidak benar secara faktual.” Demikian pula dengan Swiss Federal Railways (SBB), yang dikatakan memiliki agen AI untuk merencanakan, memesan, dan mengoptimalkan perjalanan berdasarkan preferensi penumpang dan dampak karbon—pernyataan yang juga dibantah oleh perwakilan SBB.

Laporan semacam ini, yang biasanya dijadikan rujukan utama oleh akademisi dan media, berpotensi menyebarluaskan kesalahan secara berantai. Edward Tian, CEO GPTZero, memperingatkan bahwa kesalahan dari firma sekelas Big Four bisa “meracuni sumber informasi global,” menciptakan efek domino hoaks AI yang sulit dihentikan. KPMG, yang sebelumnya dianggap sebagai sumber otoritatif, akhirnya menarik laporan tersebut dan menyatakan sedang meninjau prosedur internal yang memungkinkan terjadinya kegagalan ini. Dalam pernyataan resminya, KPMG menegaskan komitmennya terhadap akurasi dan integritas konten publikasi, meski kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Previous articlePesawat Militer India Jatuh, Lima Awak Tewas
Next articleBEM UI Janji Aksi Lanjutan, Tuntut Presiden Akui Kesalahan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.