Home Berita Nasional Pembawa Bom Molotov di Demo Mahasiswa Ditangkap

Pembawa Bom Molotov di Demo Mahasiswa Ditangkap

Sumbawanews.com,- Polisi menetapkan seorang mahasiswa berinisial ANH (24) sebagai tersangka atas dugaan pembawa bom molotov saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026. Penangkapan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Gatot Subroto, setelah petugas mendeteksi gerak-gerik mencurigakan dari pria tersebut.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, ANH berhasil diamankan saat membawa tiga botol berisi cairan mudah terbakar yang dilengkapi sumbu di ujungnya, ditemukan dalam tas ransel miliknya. Barang bukti tersebut diklasifikasikan sebagai alat pembakar ilegal yang berpotensi menimbulkan bahaya besar di tengah kerumunan massa.

“Tindakan ini bukan berarti mengkriminalisasi aspirasi, tetapi menegakkan batas antara kebebasan berekspresi dan anarkisme yang mengancam nyawa orang lain,” tegas Budi dalam konferensi pers, Sabtu (13/6/2026).

Penyidik menyatakan bahwa ANH datang ke lokasi aksi setelah melihat ajakan unjuk rasa di media sosial beberapa hari sebelumnya. Ia tidak tergabung dalam organisasi mahasiswa yang mengkoordinasikan aksi, namun bergerak secara individu. Saat ini, penyidik sedang mendalami motif di balik perbuatannya, termasuk asal-usul bahan dan kemungkinan keterlibatan jaringan lain.

Seorang teman ANH, berinisial R, masih berstatus saksi untuk memperjelas apakah ada unsur keterlibatan atau perencanaan bersama. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti bahwa aksi ini terkoordinasi secara sistematis.

ANH disangkakan melanggar Pasal 306 KUHP tentang penyalahgunaan senjata atau bahan berbahaya. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum berjalan transparan, profesional, dan sesuai prosedur. Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya melindungi hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat, sekaligus tegas menindak oknum yang memanfaatkan aksi damai untuk menyebarkan kekerasan.

“Kami tidak akan membiarkan segelintir orang merusak momentum perubahan yang dibangun oleh ribuan mahasiswa yang bergerak secara damai,” ujar Budi.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sehari sebelumnya di Jakarta memang berjalan relatif kondusif, meski sempat diwarnai penutupan sejumlah akses jalan dan stasiun MRT. Kehadiran ANH dan bom molotov menjadi titik balik yang memicu kekhawatiran akan munculnya kelompok provokator di tengah gerakan mahasiswa yang secara umum menuntut reformasi kebijakan publik.

Penyidik kini terus menggali informasi lebih dalam, termasuk jejak digital dan riwayat kontak ANH, untuk memastikan tidak ada jaringan yang memanfaatkan aksi ini sebagai alat kekacauan. Sementara itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Previous articleBullying Berujung Kesetrum, Komnas PA: Ini Kriminal
Next articleRivian Bertahan atau Patah: Uji Nyata R2 di Tengah Badai Pasar
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.