Home Berita Internasional Nazi Luncurkan Bom V1, London Diguncang Teror Udara

Nazi Luncurkan Bom V1, London Diguncang Teror Udara

Sumbawanews.com,- Pada 13 Juni 1944, London menjadi saksi awal perang modern ketika Nazi Jerman meluncurkan serangan pertama menggunakan bom terbang V1—senjata yang mengubah cara perang dilancarkan dari jarak jauh. Serangan ini bukan sekadar balasan atas invasi Sekutu di Normandia seminggu sebelumnya, tetapi juga simbol keputusasaan Reich Ketiga yang terpojok di berbagai front.

V1, yang dijuluki “buzz bomb” atau “doodlebug” karena suara mesin jetnya yang berisik seperti tawon raksasa, dirancang sebagai bagian dari program Vergeltungswaffen (Senjata Pembalas) di bawah kendali Adolf Hitler. Senjata ini berbentuk pesawat tanpa awak, diluncurkan dari landasan darat di Pantai Channel, dan mampu membawa hulu ledak 850 kilogram hingga jarak 250 kilometer. Tujuannya jelas: menakut-nakuti warga sipil Inggris, menghancurkan moral, dan memaksa pemerintah London menarik pasukan dari Eropa.

Ketika V1 pertama jatuh di kawasan Grove Road, East London, pukul 04.43 waktu setempat, ledakannya menghancurkan rumah-rumah, menewaskan enam orang, dan melukai puluhan lainnya. Suara mesin yang tiba-tiba mati—tanda hulu ledak akan jatuh—menjadi momen paling menakutkan bagi warga kota. Banyak yang mengingatnya sebagai “detik terakhir sebelum kematian.”

Inggris, yang telah mengalami serangan udara berkelanjutan sejak Perang Dunia II meletus, tidak terkejut sepenuhnya. Intelijen Sekutu telah mengidentifikasi program V1 sejak 1943. Namun, kecepatan dan volume serangan tetap mengejutkan. Dalam beberapa minggu, ratusan V1 melintasi Selat Inggris setiap hari.

Untuk menghadapi ancaman ini, Inggris mengerahkan pertahanan berlapis: pesawat tempur RAF seperti Hawker Tempest dan Supermarine Spitfire mengejar V1 di udara, baterai meriam antipesawat di pesisir tenggara menembakkan ribuan peluru per hari, dan balon udara penghalang—dengan kabel baja—dipasang untuk memutuskan sayap V1 yang rapuh. Lebih dari 1.800 bom V1 ditembak jatuh oleh meriam, sementara hampir sama banyaknya dihancurkan oleh pesawat tempur.

Meski tidak mampu menghentikan serangan secara total, upaya pertahanan Inggris berhasil mengurangi tingkat keberhasilan V1 hingga di bawah 30 persen. Lebih dari 9.000 bom V1 diluncurkan selama kampanye berlangsung hingga akhir 1944, menewaskan sekitar 6.000 warga sipil dan melukai 18.000 lainnya. Kerusakan infrastruktur mencapai puluhan ribu bangunan.

Namun, V1 bukan akhir dari kisah. Pada Oktober 1944, Nazi mulai meluncurkan V2—rudal balistik pertama di dunia yang tak bisa dicegat, karena bergerak lebih cepat dari suara. Keduanya, V1 dan V2, menjadi cikal bakal rudal jelajah dan balistik modern, mengubah geopolitik militer pasca-perang.

Dalam sejarah perang, V1 bukanlah senjata penentu kemenangan. Tapi ia menjadi simbol kebrutalan teknologi yang diarahkan pada warga tak bersenjata—dan kegigihan sebuah kota yang tidak menyerah, meski langitnya dipenuhi suara tawon pembunuh.

Previous articleHujan Merata, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
Next articlePutri Thailand Meninggal Setelah 3 Tahun Dirawat
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.