Home Berita Nasional WN Singapura Kendalikan Pabrik Vape Narkoba di Medan

WN Singapura Kendalikan Pabrik Vape Narkoba di Medan

Sumbawanews.com,- Polrestabes Medan berhasil membongkar jaringan produksi vape ilegal yang mengandung narkotika, beroperasi di balik kemasan menarik bergambar boneka Labubu. Pabrik rumahan ini dikelola oleh seorang warga negara Singapura berinisial TM, bersama kekasihnya, MWQ, warga Indonesia, di sebuah rumah kos mewah di Jalan Flores, Kecamatan Medan Perjuangan.

Keduanya ditangkap pada Senin, 17 Mei 2026, saat sedang menjalankan aktivitas produksi. Rekan mereka, berinisial R, masih dalam pengejaran tim reserse narkoba. Menurut Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, MWQ bertanggung jawab atas proses pengolahan bahan baku, sementara TM dan R mengendalikan pemasaran dan logistik.

Awalnya, hubungan keduanya bermula lewat aplikasi kencan pada 2025. TM memberikan vape berisi zat terlarang kepada MWQ untuk dicoba. Dari situ, keduanya justru menjadi pengguna aktif dan kemudian memutuskan memanfaatkan celah hukum untuk memperdagangkan produk tersebut secara sistematis di Indonesia.

Bahan baku didatangkan dari luar negeri melalui jasa ekspedisi internasional, lalu diolah di ruang produksi tersembunyi di dalam kosan mewah. Setiap kemasan vape dirancang menarik dengan logo Labubu—sebuah strategi pemasaran yang sengaja dibuat untuk menarik minat kalangan muda. Polisi masih menyelidiki motif di balik pemilihan simbol tersebut.

Lokasi produksi sengaja dipilih karena dilengkapi sistem keamanan canggih: akses masuk memerlukan pengenalan wajah, sidik jari, dan kata sandi. Saat seseorang memasuki area kos, seluruh sinyal jaringan dimatikan secara otomatis. Biaya sewa bulanan tempat ini mencapai Rp5–7 juta, menunjukkan keseriusan pelaku dalam menyembunyikan operasinya.

Barang bukti yang diamankan mencakup bahan baku mentah berwarna hijau dan oranye, alat penyulingan, kemasan jadi bermerek Labubu, serta brankas dan koper berisi stok siap edar. TM ditangkap di sebuah hotel di Medan saat diduga hendak mengirim ulang bahan baku baru.

Untuk menyamarkan arus keuangan, jaringan ini menggunakan transaksi berbasis cryptocurrency, terutama Bitcoin. Meski terkesan tak terdeteksi, tim penyidik berhasil melacak jejak keuangan mereka. Estimasi keuntungan bersih yang diperoleh sejak 2025 mencapai Rp10 miliar.

“Mereka pikir kripto membuat mereka tak terlihat. Tapi kami punya cara lain untuk melacak,” tegas Kompol Rafli.

Penyidik kini fokus mengejar tersangka R dan menggali kemungkinan adanya jaringan lebih luas yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi vape narkoba ini. Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa modus operandi kejahatan narkoba kini semakin canggih—tapi tidak lebih pintar dari upaya penegakan hukum yang terus beradaptasi.

Previous articleApple Siap Luncurkan iPhone Lipat, Kode iOS 27 Bocorkan Rahasia
Next articleBuronan Interpol Asal Australia Ditangkap di Bandara Bali
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.