Home Berita Nasional Pembangunan Koperasi Merah Putih di Ende Dihentikan Sementara

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Ende Dihentikan Sementara

Sumbawanews.com,- Kodam IX/Udayana membantah tudingan intimidasi atau penggusuran paksa terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Neowula, Kabupaten Ende, NTT. Video viral yang menunjukkan sebagian tiang penyangga SD Negeri Wolomoni dipotong ternyata bukan tindakan kekerasan, melainkan penyesuaian teknis untuk memungkinkan alat berat melintas menuju lokasi pembangunan di lahan hibah masyarakat.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menjelaskan bahwa pemotongan tiang dilakukan setelah koordinasi dengan Kepala Desa Neowula dan Komite Sekolah. Tujuannya semata-mata untuk membuka akses jalan sempit yang menghubungkan jalan desa dengan lokasi proyek, tanpa merusak struktur utama bangunan sekolah. “Tidak ada penggusuran, tidak ada intimidasi. Ini murni solusi teknis yang sudah disepakati,” tegasnya.

Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa, membenarkan bahwa akses jalan memang berimpitan dengan dinding sekolah, sehingga penyesuaian diperlukan. Ia menambahkan, tiang yang dipotong telah diperbaiki kembali, dan area galian telah dirapikan. Babinsa yang terlihat di lokasi hadir atas permintaan desa untuk membantu mediasi dan menjaga ketenangan, bukan untuk mengawasi atau mengancam warga.

Menyusul polemik yang memanas di media sosial, seluruh aktivitas pembangunan Koperasi Merah Putih dihentikan sementara. Kodim 1602/Ende kini berkoordinasi intensif dengan pemerintah desa, tokoh adat, Dinas Pendidikan, dan camat untuk mencari solusi jangka panjang yang menghormati kepentingan pendidikan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kodam menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. “Kami mengajak semua pihak untuk tidak terpancing hoaks, dan menyelesaikan masalah melalui dialog, bukan kecurigaan,” ujar Amrizal.

Proyek yang awalnya dimaksudkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi desa itu kini menjadi ujian bagi kepercayaan antara aparat dan masyarakat. Di tengah harapan akan kemajuan, masyarakat Ende menuntut transparansi—bukan hanya dalam pembangunan, tapi juga dalam komunikasi.

Previous articleGempa Dahsyat di Mindanao, 37 Tewas dan Ribuan Mengungsi
Next articleDampak Kenaikan Pertamax Terhadap Inflasi Dinilai Terbatas
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.