Sumbawanews.com,- Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Tokyo tengah memberikan pendampingan penuh setelah seorang warga negara Indonesia (WNI) tewas ditikam oleh sesama WNI di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang. Korban, yang diidentifikasi dengan inisial SR, adalah seorang pekerja migran Indonesia yang meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tak tertolong.
Pelaku, berinisial MALA, juga seorang WNI, telah ditangkap dan ditahan oleh Kepolisian Chitose untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Insiden ini tidak hanya menewaskan korban, tetapi juga melukai seorang petugas kepolisian Jepang dan seorang WNI lain yang berada di lokasi kejadian.
KBRI Tokyo aktif berkoordinasi dengan otoritas setempat, termasuk kepolisian dan lembaga yang menangani pekerja migran, untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan sesuai prosedur hukum Jepang. Kementerian Luar Negeri, melalui Direktorat Perlindungan WNI, menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan pemulangan jenazah korban ke Indonesia.
Hingga kini, motif di balik penikaman itu masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang Jepang. Tidak ada informasi resmi mengenai penyebab konflik antara korban dan pelaku, namun kejadian ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kalangan komunitas WNI di luar negeri, terutama di tengah tekanan ekonomi dan sosial yang kerap dihadapi para pekerja migran.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh WNI di manapun berada, termasuk dalam kasus-kasus hukum yang melibatkan sesama warga negara. KBRI Tokyo terus mengingatkan para WNI untuk menjaga harmoni sosial, menghindari konflik, dan segera melaporkan setiap ancaman atau kekerasan kepada pihak berwenang atau perwakilan RI terdekat.

















