Home Serba Serbi Tekno Tsunami Minor Terdeteksi, BNPB Peringatkan Warga Pantai

Tsunami Minor Terdeteksi, BNPB Peringatkan Warga Pantai

Sumbawanews.com,- Gempa berkekuatan 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin pagi pukul 06.37 WIB, memicu gelombang tsunami minor yang tercatat di sejumlah titik pantai di wilayah timur Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung mengeluarkan imbauan agar masyarakat di pesisir menjauh dari garis pantai, menyusul deteksi anomali kenaikan muka air laut yang meski kecil, menjadi tanda peringatan dini yang tak bisa diabaikan.

Gelombang pertama teramati di Loloda, Halmahera Barat, pukul 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 meter. Tak lama berselang, stasiun pemantau di Ulusiau-Sitaro mencatat kenaikan 0,18 meter pada pukul 07.27 WIB, diikuti oleh Melonguane, Kepulauan Talaud, yang mencatat 0,19 meter pada waktu yang sama. Meski belum mengancam kerusakan besar, angka-angka ini menjadi sinyal kuat bahwa energi tektonik yang dilepaskan gempa utama masih aktif dan berpotensi memicu gelombang lebih besar.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa aktivitas seismik pasca-gempa belum mereda. Serangkaian gempa susulan bermagnitudo di atas 5,0 terus mengguncang wilayah tersebut. Gempa pertama setelah gempa utama tercatat pukul 07.11 WIB dengan kekuatan M5,9 di 241 kilometer barat laut Pulau Karatung, diikuti M5,7 pada pukul 07.18 WIB di posisi yang hampir sama. Eskalasi kembali meningkat pukul 07.55 WIB dengan gempa M6,0 di 201 kilometer barat laut Tahuna, sebelum berakhir dengan gempa M5,2 pada pukul 08.10 WIB di 172 kilometer barat laut Tahuna.

Guncangan ini tidak hanya tercatat oleh alat, tapi juga dirasakan langsung oleh warga. Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, getaran kuat terasa selama 3 hingga 4 detik, memicu kepanikan di sejumlah desa pesisir. Di Minahasa Utara dan Kota Manado, guncangan terasa sedang, masing-masing selama 3–4 detik dan 2–3 detik. Sementara di Talaud, getaran terasa lemah, namun tetap cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat yang masih trauma dengan bencana masa lalu.

BNPB menekankan bahwa meski ketinggian gelombang tsunami masih dalam kategori minor, risiko tetap tinggi mengingat frekuensi gempa susulan yang terus terjadi dalam jarak waktu singkat. “Kami meminta masyarakat di pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur untuk tetap waspada penuh,” ujar Muhari dalam keterangan resminya.

Imbauan itu mencakup tiga hal utama: menjauhi area pantai, menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan struktural, serta selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Petugas di lapangan, kata Muhari, masih terus memantau kondisi secara intensif, termasuk potensi kerusakan infrastruktur dan kebutuhan evakuasi darurat.

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB bersama BMKG terus memantau pergerakan tektonik dan muka air laut secara real-time. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi, dan tetap tenang—karena dalam situasi seperti ini, kewaspadaan yang terukur jauh lebih berharga daripada kepanikan.

Bencana alam tak selalu datang dengan gelombang raksasa. Terkadang, ia berbisik—dengan kenaikan air 9 sentimeter, getaran selama tiga detik, atau gempa susulan yang datang berturut-turut. Dan dalam bisikan itu, BNPB berharap masyarakat mendengar peringatan yang sejatinya adalah kesempatan untuk menyelamatkan nyawa.

Previous articlePrabowo: Diejek? Balas dengan Santun dan Tekad
Next articlePajak Kendaraan Bekas Bisa Bayar Tanpa KTP Lama
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.