Home Berita Nasional Gempa M7,7 di Mindanao, 25 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami

Gempa M7,7 di Mindanao, 25 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami

Sumbawanews.com,- Gempa dahsyat berkekuatan M7,7 mengguncang laut selatan Mindanao, Filipina, pada pukul 06.37 WIB, Senin (8/6/2026). Getarannya terasa hingga ke perairan Indonesia, memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebanyak 25 wilayah di Indonesia berada dalam status siaga, dengan sebagian besar berada di kawasan timur Nusantara.

Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, episenter gempa berlokasi di koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, atau tepatnya 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer. Gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang khas di zona tumbukan tektonik.

Pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG menunjukkan potensi gelombang tinggi mengancam sejumlah pesisir Indonesia. Wilayah yang masuk dalam status siaga antara lain Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Kota Manado—daerah-daerah yang berhadapan langsung dengan jalur subduksi Filipina. Selain itu, sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur juga diminta waspada terhadap kemungkinan gelombang pasang yang bisa terjadi dalam waktu beberapa menit hingga satu jam setelah gempa.

BMKG mengimbau masyarakat di pesisir segera menjauh dari pantai, menghindari area rendah, dan tidak mendekati laut hingga peringatan resmi dicabut. Pemantauan terus dilakukan melalui jaringan sensor tsunami dan alat deteksi dini yang terintegrasi dengan sistem peringatan nasional.

Meski belum ada laporan kerusakan atau korban di Indonesia, gempa ini menjadi peringatan keras akan kerentanan wilayah timur Indonesia terhadap bencana tektonik. Kepala BMKG menegaskan, gempa sekuat ini—yang terjadi di zona subduksi aktif—berpotensi memicu rangkaian aktivitas seismik dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah di 25 wilayah terdampak diminta segera mengaktifkan posko siaga, memastikan evakuasi berjalan lancar, dan menyebarkan informasi melalui saluran komunikasi lokal. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun tidak mengabaikan peringatan dini. Di tengah rentetan gempa besar yang terjadi di kawasan Pasifik Barat, Indonesia kembali diingatkan: di wilayah yang dikelilingi cincin api, kewaspadaan bukan pilihan—tapi keharusan.

Previous articleTsunami Kecil Terjang Tiga Pesisir Indonesia Usai Gempa Filipina
Next articleGempa M 7,7 Filipina Getarkan Sulawesi Utara
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.