Sumbawanews.com,- Dinas Kehutanan Sulawesi Utara bersama Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program meluncurkan sistem patroli berbasis teknologi bernama Smart Patrol untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengamanan alam dari ancaman perambahan, penebangan liar, perburuan satwa dilindungi, dan pertambangan ilegal.
Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Utara, Rainer Dondokambey, menjelaskan bahwa penerapan aplikasi Smart Patrol membawa transformasi signifikan dalam pengelolaan hutan. “Sistem ini memungkinkan pengumpulan data spasial secara real-time, mempercepat penyusunan laporan, sekaligus meningkatkan akurasi informasi kondisi hutan,” ujarnya di Manado, Minggu.
Dengan memanfaatkan perangkat Android, GPS, dan platform Smart Desktop, petugas lapangan kini mampu mendokumentasikan temuan secara digital, menandai lokasi pelanggaran, serta mengirimkan laporan langsung ke pusat kendali. Hal ini menggantikan metode manual yang selama ini rentan keterlambatan dan kehilangan data.
Pelatihan intensif telah dilakukan bagi puluhan petugas dari Dinas Kehutanan Daerah, Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) I, II, dan IV, serta mitra dari Yayasan Masarang. Selain simulasi penggunaan aplikasi, peserta juga dilatih dalam pemasangan papan informasi kawasan hutan dan penyusunan rencana implementasi berbasis lokasi kerja masing-masing.
Rainer menekankan bahwa keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antarinstansi. “Dengan integrasi data yang terpusat, monitoring, evaluasi, dan pelaporan menjadi lebih transparan, terdokumentasi, dan responsif terhadap ancaman yang muncul di lapangan,” katanya.
Untuk memastikan keberlanjutan, Dinas Kehutanan Sulut merekomendasikan pelatihan berkala, pendampingan teknis, serta peningkatan sarana pendukung seperti perangkat mobile, laptop, dan akses jaringan yang stabil di wilayah terpencil. Langkah ini dianggap krusial agar Smart Patrol tidak hanya menjadi alat sementara, tetapi menjadi tulang punggung sistem pengelolaan hutan berkelanjutan di provinsi yang kaya keanekaragaman hayati ini.
Dengan pendekatan berbasis bukti dan teknologi, Sulawesi Utara menunjukkan komitmen serius dalam melindungi hutan sebagai aset strategis nasional—bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk masa depan.

















