Home Berita Internasional Krisis Air Bersih di Gaza Memburuk

Krisis Air Bersih di Gaza Memburuk

Sumbawanews.com,- Di tengah reruntuhan kota dan heningnya ledakan senjata, warga Gaza berbaris panjang menanti tetes air bersih—sebuah kebutuhan dasar yang kini menjadi kemewahan. Lebih dari 90 persen sumber air bawah tanah di Jalur Gaza tercemar parah, tak layak diminum, akibat kerusakan infrastruktur yang sistematis selama lebih dari dua tahun konflik berkepanjangan. Ribuan sumur dan lebih dari 40 kilometer jaringan pipa air hancur akibat serangan udara Israel, sementara pabrik desalinasi dan fasilitas sanitasi utama lumpuh total.

Menurut laporan UNICEF, sekitar 80 persen infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan di Gaza telah hancur. Sementara itu, 96 persen rumah tangga—termasuk keluarga pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat—tidak memiliki akses aman terhadap air bersih. Anak-anak menjadi korban paling rentan: mereka menanggung risiko tinggi terinfeksi penyakit berbasis air seperti kolera dan diare, sementara ibu-ibu harus memilih antara memasak, mandi, atau memberi minum bayi mereka dengan air yang terkontaminasi.

Kehancuran ini bukan kecelakaan perang, tapi konsekuensi sistematis dari blokade dan serangan berulang yang menghancurkan bukan hanya bangunan, tapi juga fondasi kehidupan manusia. Meski gencatan senjata secara resmi berlaku sejak Oktober 2025, serangan militer Israel terus berlanjut, memperdalam krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai. PBB memperingatkan: tanpa akses mendesak ke air bersih, pemulihan kesehatan masyarakat di Gaza akan menjadi mimpi yang tak tercapai—dan generasi baru akan tumbuh dalam kelaparan akan air, bukan hanya makanan.

Previous articleBayi Tujuh Bulan Tewas Ditembak Tentara Israel di Hebron
Next articleSalon Modern Butuh 5 Fitur Ini di 2026
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.