Home Serba Serbi Tekno Apple Alihkan Siri ke Google dan Nvidia demi Kecerdasan Lebih Dalam

Apple Alihkan Siri ke Google dan Nvidia demi Kecerdasan Lebih Dalam

Sumbawanews.com,- Demi melangkah pesat dalam perlombaan kecerdasan buatan, Apple mengambil keputusan strategis yang mengejutkan: mengandalkan kekuatan komputasi dari Google dan Nvidia untuk menghidupkan versi baru Siri. Dalam langkah yang mengubah paradigma, raksasa teknologi asal Cupertino itu tidak lagi mengandalkan infrastruktur internal semata, melainkan mempercayakan pemrosesan tugas AI berat—yang melebihi kapasitas perangkat—ke cloud Google yang didukung oleh chip Nvidia Blackwell B200.

Kebijakan ini, seperti dilaporkan The Information, menandai pergeseran signifikan dari filosofi Apple selama ini yang sangat menekankan pemrosesan AI secara lokal (on-device) demi menjaga privasi pengguna. Namun, untuk permintaan kompleks yang membutuhkan daya komputasi besar—seperti pemahaman konteks mendalam, respons real-time dalam percakapan panjang, atau analisis data multimodal—Siri generasi mendatang akan mengandalkan model Gemini AI milik Google, yang dijalankan di server-data Google Cloud dengan kecepatan dan efisiensi chip Blackwell B200.

Meski terdengar kontradiktif, Apple menjamin bahwa privasi tetap menjadi inti dari kolaborasi ini. Teknologi *confidential computing* dari Nvidia menjadi kunci: data pengguna tetap terenkripsi selama diproses di cloud, bahkan saat berada di dalam server pihak ketiga. Ini menjawab kekhawatiran publik sekaligus memungkinkan Apple memanfaatkan keunggulan teknologi terdepan tanpa harus membangun infrastruktur sebesar Google dari nol.

Langkah ini juga memperkuat spekulasi bahwa Apple Intelligence—sistem AI terpadu yang diperkenalkan di WWDC 2024—akan semakin bergantung pada mitra eksternal, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai tulang punggung. Padahal, Apple sendiri telah meluncurkan Private Cloud Compute, sistem cloud khusus berbasis chip Apple Silicon yang dirancang untuk menjaga kendali penuh atas data pengguna. Kini, perusahaan tampak memilih jalan kompromi: mempertahankan kontrol atas data sensitif di perangkat, sementara membiarkan beban berat dijalankan di ekosistem mitra yang terpercaya.

Pengumuman resmi tentang Siri baru diharapkan menyusul di WWDC 2026 pada 8 Juni mendatang. Jika laporan ini akurat, maka asisten virtual yang selama ini dianggap ketinggalan zaman akan bertransformasi menjadi entitas AI yang mampu berpikir, belajar, dan merespons dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya—dengan bantuan kecerdasan yang bukan miliknya sendiri, tapi justru membuatnya lebih cerdas.

Sementara itu, kabar lain menyebut Apple sedang mempersiapkan iPhone Ultra, perangkat layar lipat pertamanya, yang akan dilengkapi sistem pendingin *vapor chamber* dan engsel berbahan *liquid metal*. Teknologi ini dirancang untuk menangani panas berlebih akibat beban AI berat yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman pengguna modern—menunjukkan bahwa revolusi Siri bukan hanya soal perangkat lunak, tapi bagian dari ekosistem perangkat keras yang sedang berubah secara mendasar.

Previous articleOpenAI Setujui Pengawasan Pemerintah AS Sebelum Rilis Model AI
Next articlePaulus Tannos Lanjutkan Perjuangan Hukum di Singapura
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.