Sumbawanews.com,- Kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Citarum, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi, mengganggu operasional kereta api komuter di lintas Jakarta-Bekasi. Insiden itu menyebabkan lima perjalanan KRL mengalami keterlambatan dengan total waktu tunda mencapai 132 menit.
Menurut Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, pemadaman api yang berlangsung hingga pukul 06.10 WIB memaksa operator menghentikan sementara layanan di sekitar Stasiun Tanah Abang. Listrik Aliran Atas (LAA) pun dimatikan sebagai langkah keselamatan, mengingat titik api berada dekat jalur rel dan fasilitas listrik kereta.
Untuk mengurangi dampak, KAI Commuter melakukan rekayasa operasi, termasuk membatalkan perjalanan KRL No. 5027 dari Cikarang hingga Kampung Bandan. Sebagai alternatif, kereta dialihkan hanya sampai Manggarai, lalu kembali menuju Stasiun Bekasi, menghindari zona rawan.
Setelah api benar-benar padam dan area dinyatakan aman, LAA dinyalakan kembali. Pada pukul 06.30 WIB, layanan KRL tujuan Cikarang dan Commuter Line Basoetta mulai berjalan normal. Namun, antrean penumpang yang terakumulasi akibat penundaan masih menjadi tantangan bagi petugas untuk menormalkan arus perjalanan.
Kebakaran yang bermula di sebuah rumah kontrakan itu juga menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya, menurut laporan sebelumnya. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengendalikan api yang menjalar cepat di antara bangunan padat berbahan mudah terbakar.
KAI Commuter menyatakan terus memantau kondisi infrastruktur di sekitar lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan tidak ada kerusakan pada jalur rel atau sistem kelistrikan yang bisa mengancam keselamatan operasional jangka panjang.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur transportasi publik di kawasan padat perkotaan, di mana risiko kebakaran permukiman berdekatan dengan jalur kereta api tetap menjadi ancaman nyata yang perlu penanganan sistemik.

















