Sumbawanews.com,- Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersiap menggelar rekayasa lalu lintas situasional di sekitar Gelora Bung Karno (GBK) menjelang dua konser besar yang bakal memadati ibu kota pada 6-7 Juni 2026. Konser *EXO Planet #6 ExhOrizon in Jakarta* di Indonesia Arena dan *Raisa Live Concert ‘Love & Let Go’* di JICC Plenary Hall diprediksi menarik lebih dari 80 ribu penonton dalam dua hari berturut-turut, memicu lonjakan arus kendaraan yang signifikan.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa strategi pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan dinamika lapangan. Untuk arus kendaraan dari Selatan menuju Utara—misalnya dari kawasan Blok M menuju Tanah Abang—pengendara akan dialihkan melalui rute alternatif: Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, hingga Jalan KH Mas Mansyur. Sementara itu, rute dari Barat ke Selatan dan Timur, serta dari Utara ke Selatan, juga telah dipetakan ulang untuk menghindari kemacetan di titik-titik krusial sekitar GBK.
“Kami tidak hanya fokus pada perubahan jalur, tapi juga pada pengawasan parkir, koordinasi dengan kepolisian, dan penempatan petugas di setiap simpul strategis,” ujar Budi. Lebih dari seribu personel dishub dan kepolisian akan dikerahkan untuk memastikan kelancaran mobilitas, sekaligus menjaga keamanan para pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.
Peningkatan volume kendaraan ini tak hanya dipicu oleh dua konser musik, tetapi juga oleh sejumlah acara besar lain yang berlangsung berdekatan di kawasan GBK, termasuk turnamen tenis *Polytron Indonesia Open 2026* di Istora Senayan. Dengan estimasi 37.800 penonton pada 6 Juni dan 43.000 pada 7 Juni, Dishub DKI menilai bahwa antisipasi dini adalah kunci utama agar perhelatan budaya ini berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan transportasi.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan transportasi umum, terutama kereta api dan bus Transjakarta, yang telah disiapkan dengan rute khusus mendukung akses ke GBK. Pengguna kendaraan pribadi diminta mempertimbangkan waktu keberangkatan lebih awal dan menghindari area sekitar Jalan Pintu Satu GBK, Jalan Jenderal Sudirman, serta Jalan Gatot Subroto selama jam-jam puncak acara.
Dengan pendekatan proaktif dan kolaboratif, Dishub DKI menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang mampu menyelenggarakan even internasional tanpa mengorbankan mobilitas warga sehari-hari.

















