Home Berita Komit Pemerataan Pembangunan, Gubernur NTB Akui Gap Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa

Komit Pemerataan Pembangunan, Gubernur NTB Akui Gap Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Gubernur NTB, L. Muhammad Iqbal mengakui ada gap Pembangunan antara Pulau Sumbaa dan Pulau Lombok. Dan berkomitmen untuk melakukan pemerataan Pembangunan diberbagai bidang di NTB.

“Saya sudah pamit (ke tetua pulau lombok), saya minta izin bahwa saya memang orang Lombok, lombok tengah. Saya sudah minta izin kepada orang Lombok, kemungkinan di tahun pertama ini saya banyak fokus kepada sumbawa,” kata Gubernur NTB, dalam Temu Media Gubernur NTB di Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/10).

Baca Juga: Iqbal Beber Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di NTB

Ditegaskan, ditengah keterbatasan fiskal NTB, namun hal hal pertama yang harus dilakukan Adalah menjembatani gap yang terlalu jauh antara pulau sumbawa dengan pulau Lombok. “Dan (gap) itu Adalah fakta yang tidak bisa kita elakkan, fakta itu terjadi,” ucapnya.

Sehingga, ia berkomitmen untuk membuat Pembangunan lebih merata antara pulau Lombok dan pulau sumbawa. Seperti dibidang Kesehatan dengan meningkatkan status rumah sakit di Pulau Sumbawa menjadi Rumah Sakit Type B.

“Satupun tidak ada Rumah Sakit Tipe B di pulau sumbawa, yang ada Tipe C dan Tipe D. semua tipe B adanya di Pulau Lombok. Jadi tidak heran kalau orang dari bima ke Lombok hanya untuk pengobatan stroke, jantung, ginjal. Kalau ada pasien meninggal, Kemudian biaya mobil jenazah biaya 5 hingga 7 juta,” beberanya.

Untuk itu, ia meminta agar Rumah Sakit di Kota Bima dan Rumah Sakit Provinsi di sumbawa untuk ditingkatkan ke Tipe B. “Dan alhamdulillah sudah dalam proses pengerjaan. Sementara rumah sakit provinsi di sumbawa besar, dengan kemampuan provinsi akan ditingkatkan. Insya allah desember atau januari ini sudah naik ke tipe B. dan sekarang sedang dalam proses Pembangunan,” jelas dia.

Dengan peningkatan status tersebut, masalah Kesehatan yang selama ini membuat Masyarakat pulau sumbawa berobat ke pulau Lombok seperti stroke, jantung, ginjal, bisa ditangani di RS Bima atau di sumbawa. Sehingga tidak ada alasan lagi orang sumbawa dan bima jauh-jauh buang waktu ke mataram.

Kemudian dibidang infrastruktur jalan. Saat ini sedang dalam proses perbaikan akses jalan di poto tano yang selama ini rusak. Termasuk akses jalan di Lunyuk, tepal-batu dulang, lenangguar-teladan.

“Ini salama puluhan tahun tidak ada jalan yang layak antar kecamatan. Targetnya dalam waktu dua tahun kedepan ini sudah selesai. Kita minta tandatangan pak Menteri, dan alhamdulillah sudah disetujui. Begitu juga di bima dan di dompu, kita berikan perhatian,” jelas Gubernur NTB.

Ditegaskan Kembali, komitmen pemerataan Pembangunan akan ditempuh pada tahun-tahun mendatang. Seperti bidang Pendidikan, Kesehatan dan infrastruktur, sesuai kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah provinsi.

“Insya allah kedepan sumbawa akan tumbuh sangat cepat dan dua, tiga tahun mendatang. Karena memang potensinya ada,” ucapnya.

Sedangkan disektor kelautan dan perikanan, telah didiskusikan dengan kepala Bappenas untuk membangun seribu hingga dua ribu hektar garam industry di pulau sumbawa. Sebab saat ini Indonesia masih inport garam industry sekitar 70 persen. Sehingga selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan jika masih surplus maka bisa untuk menjadi eksport.

“Dan beliau (kepala bappanas) sudah setuju,” ungkap L. Muhammad Iqbal.

Selain itu dalam waktu dekat PT AMNT akan beroperasi di Dodo-Rinti. Yang berarti pertumbuhan ekonomi di sumbawa akan menggeliat. “Dan saat ini bagaimana menyiapkan sumber daya manusia supaya mengisi pertumbuhan ekonomi itu. Dan ini tugas kita bersama,” kata dia. (Using)

Previous articleWujud Kepedulian, Satgas TMMD dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Desa
Next articlePanglima TNI dan Mantan Gubernur Jenderal Australia Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.