Oleh: Akbar Duwi Putra
Ketua Komisariat PMII UTS
Seluruh rakyat indonesia sedang bahagia dengan 17 Agustus tahun 1945 – 2025, hari dimana indonesia merdeka dan diakui oleh seluruh dunia. Melepas bayang-bayang penjajah memang tidak mudah, akan tetapi dengan semangat nasionalisme, kita bisa bangkit dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Sudah 80 tahun indonesia merdeka, tak terasa di usia yang sudah cukup matang ini, Negara dengan julukan Macan Asia, sekarang sudah mulai berkembang dan maju. Benturan serta hantaman dari dalam maupun luar, sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Indonesia, tetapi itu tidak menutup semangat kita untuk terus maju dalam membentuk SDM yang unggul.
Tetapi masih banyak keraguan serta pertanyaan yang muncul di hati dan benak rakyat Indonesia. Apa benar indonesia sudah merdeka?, ini termasuk kegelisahan kita pada generasi muda indonesia. karena melihat situasi dan kondisi negara kita hari ini.
Permasalahan ada dimana-mana, mulai dari korupsi, kemiskinan,lapangan pekerjaan, Pertanian, pendidikan, Gizi, stanting, dan lain-lain. Untuk menjawab semua pertanyaan ini tentu harus dengan solusi dan kerja nyata, sehingga keraguan itu dapat di bantahkan dengan keberhasilan yang dicapai.
Setelah merdeka lalu apa?, masyarakat hanya tau setiap tgl 17 Agustus, bendera merah putih di hormati, umbul-umbul yang mewarnai di sepanjang jalan, atau lomba-lomba di setiap kampung. Sangat di sayangkan sekali, bagaimana kita merenungi dan memikirkan nasib saudara kita yang teriak dan menjerit karena ulah negara ini. Kemiskinan dimana-mana, anak putus sekolah berkeliaran, dan mereka tinggal di kolong jembatan. Tetapi kita sibuk memikirkan agenda dan kegiatan apa yang bagus untuk menyambut hari kemerdekaan ini.
Kata merdeka yang kita gaungkan setiap tahun, merdeka merdeka dan merdeka, sebenarnya dengan permasalahan yang di hadapi saat ini, kita masih terlampau jauh dari teriakan merdeka.
Kita sengaja di buat terlena dan senang, supaya menganggap seolah kita sudah merdeka, padahal tidak sama sekali, kita tidak lagi di jajah menggunakan senjata, tetapi dengan pemikiran dan budaya mereka, dan barang-barang dari luar (Hp, mobil, alat kecantikan, makanan, dll), yang secara tidak langsung mendoktrin kita untuk terus ketergantungan dengan mereka.
Mari seluruh rakyat Indonesia, buktikan kepada dunia bahwa Indonesia negara yang kuat secara fisik dan maju secara pemikiran, dan kita katakan bahwa kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Kembalikan semangat jiwa pancasila dan gotong royong, untuk Indonesia yang adil dan sejahtera.

















