Sumbawanews.com,- Komisi Eropa memerintahkan Meta secara resmi membuka kembali akses bagi pengembang artificial intelligence (AI) pihak ketiga untuk mengintegrasikan layanan mereka ke dalam WhatsApp tanpa dikenai biaya apa pun. Keputusan ini diambil sebagai langkah darurat untuk mencegah monopoli teknologi yang dinilai mengancam keberagaman inovasi di pasar AI Eropa.
Langkah tegas ini menyusul kebijakan sepihak Meta pada November 2025, ketika perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg memblokir seluruh chatbot AI eksternal dari platform WhatsApp. Sebagai gantinya, Meta memperkenalkan teknologi AI generatif buatan sendiri yang langsung menyasar miliaran pengguna global—sebuah langkah yang langsung memicu kekhawatiran regulator di Brussels.
Otoritas Eropa menyatakan bahwa pemblokiran tersebut merupakan pelanggaran awal terhadap Undang-Undang Pasar Digital (DMA), yang melarang perusahaan dengan posisi dominan memanfaatkan kekuasaannya untuk menghambat pesaing. Investigasi resmi terhadap Meta telah berjalan sejak Desember 2025, tetapi dengan laju perkembangan AI yang begitu cepat, Komisi Eropa memutuskan tidak bisa menunggu proses hukum yang berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
“Tindakan sepihak Meta berpotensi menyebabkan kerusakan permanen terhadap ekosistem kompetisi digital di Eropa,” demikian pernyataan resmi Komisi Eropa, menekankan bahwa WhatsApp—yang telah menguasai hampir seluruh pasar pesan instan di wilayah Ekonomi Eropa sejak Januari 2023—tidak boleh menjadi gerbang tunggal yang mengontrol akses ke inovasi AI.
Sebelumnya, Meta sempat mencoba meredam kritik dengan mengizinkan kembali integrasi AI pihak ketiga pada Maret 2026. Namun, kebijakan itu disertai biaya integrasi yang tinggi—sebuah strategi yang oleh regulator dianggap sebagai bentuk “penyekatan finansial” yang lebih halus, namun tetap merugikan startup dan pengembang independen. Komisi Eropa menilai, tarif tersebut sengaja dirancang untuk membuat pengembang kecil tak mampu bertahan, sehingga pada praktiknya, efeknya sama dengan pemblokiran total.
Dengan demikian, Meta kini dipaksa kembali ke kondisi semula sebelum Oktober 2025: akses terbuka, tanpa biaya, tanpa syarat tambahan, dan tanpa hambatan teknis bagi semua pengembang AI yang ingin bergabung ke ekosistem WhatsApp. Kewajiban ini berlaku hingga Komisi Eropa mengeluarkan keputusan final dalam kasus antimonopoli yang sedang berjalan.
Langkah ini bukan hanya soal keadilan pasar, tetapi juga tentang menjaga ruang bagi inovasi—di mana kekuatan teknologi tidak boleh menjadi monopoli segelintir raksasa, melainkan menjadi alat bersama yang terbuka bagi siapa pun yang berani mencipta.

















