Sumbawanews.com,- Meta resmi mengumumkan bahwa Threads telah menembus angka 500 juta pengguna aktif bulanan—menambah 100 juta pengguna sejak Agustus 2025. Capaian ini menandai salah satu pertumbuhan tercepat dalam sejarah media sosial, didorong oleh integrasi erat dengan Instagram yang memudahkan pengguna beralih dari feed visual ke diskusi teks yang dinamis.
Awalnya dirancang sebagai alternatif bagi pengguna yang kecewa dengan perubahan kebijakan Twitter pasca-akuisisi Elon Musk, Threads kini telah berkembang jauh melampaui peran sebagai pengganti. Platform ini kini bertransformasi menjadi ruang komunitas yang hidup, dengan fitur-fitur baru yang menekankan kendali pengguna atas algoritma dan konten yang mereka konsumsi.
Untuk merayakan milestone ini, Meta meluncurkan sejumlah pembaruan signifikan. Fitur Communities yang sebelumnya dalam tahap uji coba kini resmi dirilis secara penuh, dilengkapi ikon khusus tiap komunitas, halaman pusat bernama Communities Hub, dan sistem Community Progress yang memperlihatkan perkembangan topik menuju status komunitas resmi. Pengguna pun kini bisa mendapatkan gelar “community champion” sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi aktifnya.
Tak hanya itu, Meta juga memperluas akses tag komunitas dalam bahasa lokal ke Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan—langkah strategis untuk memperdalam akar lokal di pasar Asia. Fitur Live Chats, yang memungkinkan diskusi real-time dalam komunitas, akan diperluas ke lebih banyak grup dan dilengkapi kemampuan mengutip momen percakapan langsung ke linimasa pengguna.
Puncak dari pembaruan ini adalah peluncuran “Your Algo”—fitur baru yang memberi pengguna kendali penuh atas preferensi konten mereka. Berbeda dengan Dear Algo yang hanya memungkinkan pengguna memilih jenis konten yang ingin ditingkatkan atau dikurangi, Your Algo memungkinkan pengguna menentukan topik spesifik—misalnya “kesehatan mental” atau “teknologi hijau”—dan menetapkan durasi pengaturan: satu, tiga, atau tujuh hari. Semua pengaturan ini terpusat dalam satu antarmuka yang intuitif.
Namun, fitur ini awalnya hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Meta belum mengumumkan jadwal peluncuran global, tetapi indikasi kuat menunjukkan ekspansi segera menyusul, mengingat permintaan yang tinggi dari pengguna di luar wilayah tersebut.
Dengan fitur-fitur ini, Threads tidak lagi sekadar platform berbagi teks. Ia berubah menjadi ruang yang lebih personal, lebih cerdas, dan lebih responsif terhadap kebutuhan individu—mengubah algoritma dari penentu pasif konten menjadi alat yang dikendalikan oleh pengguna. Dalam dunia media sosial yang sering dituduh memanipulasi perhatian, langkah ini bisa jadi titik balik: di mana pengguna, bukan algoritma, kembali menjadi tuan atas pengalaman mereka.















