Sumbawanews.com,- Dalam gelaran Computex dan Microsoft Build yang penuh gejolak, NVIDIA mencuri perhatian dunia teknologi dengan mengumumkan RTX Spark—sebuah sistem on-chip yang diklaim akan mengubah wajah komputasi pribadi. Bukan sekadar prosesor, RTX Spark adalah integrasi lengkap antara CPU, GPU, dan memori dalam satu unit, dirancang khusus untuk laptop dan desktop berbasis Windows. Dibangun di atas arsitektur ARM buatan MediaTek dengan 20 inti CPU, chip ini dibekali kekuatan grafis setara RTX 5070, serta opsi memori terpadu mulai dari 16GB hingga 128GB, memungkinkan aliran data yang lancar bahkan untuk beban AI paling berat.
NVIDIA menegaskan bahwa RTX Spark bukan sekadar prototipe—ratusan produsen PC telah menunjukkan minat serius, dengan Microsoft sebagai pionirnya. Perusahaan itu bahkan telah mengumumkan Surface Laptop Ultra, notebook 15 inci yang disebut oleh reviewer Engadget sebagai “kloning MacBook Pro,” dan kemungkinan besar akan menjadi platform pertama yang mengusung chip ini. Jika performa sesuai prediksi, RTX Spark bisa menjadi titik balik dalam perang AI lokal di perangkat konsumen, menggeser dominasi Apple Silicon dan Snapdragon X Elite.
Di luar dunia chip, NASA secara resmi mengakhiri misi MAVEN—proyek eksplorasi Mars yang bertahan lebih dari satu dekade. Diluncurkan pada 2013 dengan misi awal hanya satu tahun, pesawat luar angkasa ini justru beroperasi selama lebih dari 13 tahun, bahkan membantu komunikasi dengan rover Perseverance pada 2020. Kontak terakhir dengan MAVEN terputus pada Desember 2025, dan setelah enam bulan upaya pemulihan gagal, NASA memutuskan untuk menghormati kontribusinya yang luar biasa.
Sementara itu, Nintendo mengumumkan keputusan strategisnya untuk mematuhi regulasi Uni Eropa: versi Switch 2 yang akan dirilis di wilayah tersebut akan dilengkapi baterai yang dapat diganti pengguna. Langkah ini menjawab kritik terhadap desain baterai terintegrasi yang sering membuat perangkat jadi tidak layak diperbaiki. Meski belum ada rincian teknis atau jadwal rilis, keputusan ini diprediksi akan meningkatkan daya tarik Switch 2 di pasar Eropa yang semakin peduli terhadap keberlanjutan.
Di tengah sorotan privasi digital, Meta kembali menjadi sorotan setelah Wired menemukan kode tak aktif untuk fitur pengenalan wajah bernama “Name Tag” dalam aplikasi AI-nya. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi wajah orang di sekitar pengguna dan menampilkan identitasnya secara real-time—sebuah fitur yang menimbulkan kekhawatiran mendalam terkait pelanggaran privasi. Meta mengakui keberadaan kode tersebut dan menyatakan sedang mengevaluasi implikasi etisnya, tetapi menegaskan bahwa fitur ini belum dirilis dan belum diputuskan apakah akan diaktifkan.
Di sisi lain, Marshall Milton ANC muncul sebagai pengecualian langka di kategori headphone on-ear—biasanya diabaikan di tengah dominasi over-ear dan in-ear. Dengan daya tahan baterai tangguh, aplikasi pendukung canggih, dan kualitas suara yang memukau, headphone premium ini menawarkan pengalaman audio yang jarang ditemukan di kelasnya. Meski harganya mencapai $230, ulasan mendalam menunjukkan bahwa bagi sebagian pengguna, kenyamanan dan kualitasnya mungkin sepadan dengan investasi tersebut.

















