Home Serba Serbi Tekno Membran Air dari Limbah Plastik, Solusi Cerdas BRIN

Membran Air dari Limbah Plastik, Solusi Cerdas BRIN

Sumbawanews.com,- Peneliti BRIN berhasil menciptakan membran filtrasi air berbahan dasar limbah botol plastik PET, sebuah terobosan yang mengubah dua masalah lingkungan menjadi satu solusi berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif murah bagi membran komersial berbahan keramik dan polimer yang mahal, tetapi juga memberi nilai baru pada sampah plastik yang selama ini menjadi beban ekosistem.

Dipimpin oleh Badrut Tamam Ibnu Ali dari Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, timnya mengolah botol plastik sekali pakai yang melimpah di lingkungan menjadi lembaran membran berlapis dengan ketebalan 0,19 mm. Prosesnya dimulai dengan menghancurkan botol menjadi serpihan kecil, lalu melarutkannya dalam pelarut organik hingga membentuk cairan polimer. Cairan ini kemudian dicetak menggunakan metode *phase inversion*—teknik yang menghasilkan struktur berpori sempurna untuk menyaring partikel dan kontaminan.

Membran hasil rekayasa ini telah diuji coba secara nyata. Dalam pengujian terhadap air sungai yang belum memenuhi standar baku mutu air minum menurut Permenkes Nomor 32 Tahun 2017, membran mampu menjernihkan air secara efektif tanpa perlu tahapan konvensional seperti sedimentasi atau koagulasi. Lebih mengejutkan lagi, saat diuji pada air limbah industri elektroplating yang mengandung ion kromium (VI)—racun berbahaya bagi kesehatan—membran ini mampu menolak 70 persen kontaminan dengan fluks penyaringan mencapai 200 Lm⁻²h⁻¹bar⁻¹, angka yang kompetitif dengan teknologi impor.

Kolaborasi dengan PDAM pun sudah dimulai untuk menguji penerapan teknologi ini dalam sistem pengolahan air baku. Jika sukses, proses penyediaan air bersih di daerah-daerah yang kesulitan akses air layak bisa jauh lebih sederhana, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin mengubah limbah menjadi aset,” kata Badrut dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026. “Ini bukan sekadar teknologi, tapi bagian dari ekonomi sirkular yang menyelesaikan masalah sekaligus menciptakan nilai.”

Inovasi ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam akses air bersih (SDG 6), pengelolaan limbah plastik (SDG 12), dan inovasi berkelanjutan (SDG 9). Dengan bahan baku yang melimpah dan proses produksi yang relatif sederhana, membran ini berpotensi menjadi solusi skala lokal yang bisa diterapkan di desa-desa, pesisir, hingga kawasan industri.

BRIN menegaskan, riset ini bukan sekadar laboratorium. Ini adalah langkah nyata menuju teknologi yang tidak hanya canggih, tapi juga adil—menghadirkan air bersih bagi yang paling membutuhkan, sekaligus membersihkan bumi dari sampah yang selama ini diabaikan.

Previous articleIstana Gebang Kini Tampil Baru, Patung Bung Karno Jadi Pusat Perhatian
Next articleBupati Pati Sudewo Terjerat Suap dan Gratifikasi Rp3,8 Miliar
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.