Sumbawanews.com,- PT ITSEC Asia meluncurkan Bronyx AI, platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mempercepat proses penetration testing keamanan siber. Dikembangkan di Indonesia, platform ini mampu menyelesaikan uji keamanan penuh dalam waktu 14 menit hingga 4 jam, tergantung kompleksitas sistem, dibandingkan metode konvensional yang memakan waktu berhari-hari. Bronyx AI menggabungkan agen AI dengan keahlian 400 profesional keamanan siber yang telah berpengalaman lebih dari 16 tahun di industri ini. Platform ini tidak hanya mengidentifikasi celah keamanan, tetapi juga secara dinamis menentukan langkah pengujian berikutnya berdasarkan analisis real-time.
Berbeda dari scanner kerentanan biasa, Bronyx AI menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL), di mana semua temuan berisiko tinggi dan kritis wajib divalidasi oleh konsultan keamanan siber sebelum laporan akhir diserahkan kepada klien. Sistem ini mendukung pengujian terhadap aplikasi web, API, dan jangkauan jaringan yang ditentukan, serta menghasilkan laporan penilaian berbasis Common Vulnerability Scoring System (CVSS) disertai rekomendasi perbaikan. Data pelanggan disimpan secara terisolasi, kredensial dienkripsi, dan hasil pengujian tidak pernah digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis.
Bronyx AI tersedia dalam dua model layanan: berbasis cloud atau diterapkan langsung di lingkungan on-premises klien. Dengan peluncuran platform ini, ITSEC Asia beralih dari penyedia layanan keamanan siber menjadi pengembang teknologi keamanan berbasis AI, menanggapi meningkatnya ancaman siber yang semakin cepat dan canggih. Perusahaan menegaskan semua pengujian hanya dilakukan pada aset yang telah mendapat otorisasi tertulis dari pelanggan sesuai ruang lingkup yang disepakati.















