Sumbawanews.com,- Apple resmi menaikkan harga langganan iCloud+ di sejumlah negara, termasuk Indonesia, mulai Juli 2026. Kenaikan ini berlaku untuk semua paket penyimpanan kecuali paket 50 GB yang tetap dipertahankan di Rp15.000 per bulan. Untuk paket 200 GB, harga naik dari Rp49.000 menjadi Rp59.000; paket 2 TB naik dari Rp169.000 menjadi Rp199.000; paket 6 TB dari Rp499.000 menjadi Rp599.000; dan paket 12 TB dari Rp999.000 menjadi Rp1.199.000.
Kebijakan ini merupakan bagian dari gelombang penyesuaian harga global Apple yang mulai menyentuh layanan digital setelah sebelumnya memperkenalkan kenaikan pada perangkat keras seperti iPhone, MacBook, dan iPad. Di sejumlah negara lain, penyesuaian harga iCloud+ mencapai hingga 25 persen. Misalnya, di Turki, paket 2 TB naik dari Rp151.996 menjadi Rp208.996, sementara di Jepang, paket 12 TB melonjak dari Rp990.000 menjadi Rp1.210.000.
Beberapa negara seperti Mesir, Nigeria, Selandia Baru, Filipina, dan Vietnam juga mengalami kenaikan serupa, dengan penyesuaian berdasarkan nilai tukar mata uang lokal. Sementara itu, tiga negara—Laos, Mauritius, dan Republik Kongo—menggunakan tarif dalam dolar AS, dengan harga bervariasi tergantung pada pajak setempat. Di Laos, paket 50 GB dihargai USD 0,99 (Rp17.721), sementara di Mauritius dan Republik Kongo, harga awalnya mulai dari USD 1,19 (Rp21.301).
Penyesuaian ini dilakukan di tengah tekanan biaya global akibat kelangkaan chip memori dan fluktuasi ekonomi, yang mendorong Apple memperbarui strategi harga di berbagai pasar. Pengguna di Indonesia diminta mempertimbangkan ulang anggaran langganan digital mereka mengingat kenaikan yang signifikan pada paket menengah hingga tinggi.















