(Sambas). Melalui interaksi dan komunikasi guna mewujudkan keharmonisan dan kekompakan bersama masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Koramil 1208-03/Tebas Serda Rinto melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) Protokol Kesehatan bersama warga Desa Sempadian, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Minggu (16/5/2021).
Pembinaan Teritorial (Binter) dengan metode komunikasi sosial yang dilakukan oleh para Babinsa, diharapkan dapat tepat sasaran guna menyampaikan informasi maupun himbauan kepada masyarakat tentang anjuran pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Tingkat RT/RW.
Seperti dilakukan oleh Serda Rinto yang menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa New Normal dan PPKM skala mikro, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kegiatan Komsos pengecekan serta pendataan sarana cuci tangan ini sebagai wujud keakraban dan kepedulian kita terhadap keselamatan warga binaan. Pada masa New Normal ini, sangat diharapkan kesadaran dan peran serta seluruh masyarakat untuk turut andil membantu Pemerintah memberantas Covid-19,” ujarnya.
Babinsa Koramil 1208-03/Tebas Serda Rinto menghimbau agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan satu dengan yang lain. “Diharapkan melalui pendekatan secara persuasif dan humanis ini dapat lebih menyentuh masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Seluruh prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan melaksanakan Tes Swab Antigen di Gedung BP (Balai Pengobatan) Lanal TBA, Sumut, Senin (17/5/2021).
Kegiatan pemeriksaan swab antigen ini dilaksanakan oleh Balai Pengobatan Lanal TBA yang dipimpin Ka. Balai Pengobatan Letda Laut (K) drg. Karunia Budi Handoko, dengan diawali oleh Danlanal TBA Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, S.E., kemudian diikuti oleh seluruh prajurit Lanal TBA.
Dalam kesempatan tersebut, Danlanal TBA Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory menyampaikan bahwa dilakukannya tes swab antigen diharapkan seluruh Prajurit dan PNS Lanal TBA bisa terpantau kesehatannya. “Apalagi kemarin kita selesai merayakan Idul Fitri, walaupun di rumah masing-masing, tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan senantiasa menjadi pelopor kesehatan bagi orang lain,” ucapnya. (**)
Belu NTT – Salah satu upaya pembinaan teritorial yang dilakukan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur yakni semenisasi seperti yang dilakukan oleh Pos Nunura di bawah pimpinan Danpos Sertu Eko Satriadi.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro saat melihat langsung salah satu rumah milik Kasiran alias pak Ditur (50) warga Dusun Sakafini Desa Tohe Kecamatan Raihat yang sedang direhab oleh Pos Nunura mengatakan selama melaksanakan tugas di Kabupaten Belu, pihaknya akan berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat perbatasan khususnya wilayah sektor timur.
Adapun program yang akan dikerjakan saat ini hingga beberapa bulan kedepan yakni semenisasi dengan memberikan bantuan semen minimal 10 sak kepada para pemilik rumah tidak layak huni di masing-masing pos berdasarkan penilaian dari Danpos.
“Semenisasi ini mungkin tidak untuk semua karena Satgas juga memiliki batas kemampuan, namun ada skala prioritas dengan beberapa kriteria yang menurut penilaian dari Danpos layak untuk diberikan bantuan,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan semen, Satgas juga memberikan bantuan lainnya seperti batako, tenaga dari pos dan lainnya.
Diterangkannya, sampai dengan saat ini ada sekitar lima pos yang sudah mengajukan semenisasi diataranya Pos Nunura, Pos Turiscain, Pos Lakmars.
“Terkait dengan semenisasi ini, kami akan berusaha semampunya sehingga rumah lebih layak untuk ditempati dan pemiliknya bisa memikirkan kebutuhan hidup yang lain,” tandasnya.
Sementara pemilik rumah Kasiran mengucapkan terimakasih kepada Satgas yang telah memberikan perhatiannya kepada keluarganya dengan membantu menyumbangkan puluhan semen dan batako hingga kayu sehingga rumah berukuran 4 x 6 meter masih dalam proses pembangunan.
Bapak dua anak itu juga berharap dan berdoa agar Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY selama melaksanakan tugas di wilayah perbatasan berjalan aman, lancar dan sukses.
Belu NTT – Keberadaan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY di wilayah perbatasan tepatnya di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur sudah tiga bulan berjalan.
Terkait dengan itu, Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro bersama Wadan Satgas Mayor Inf Aditya Nugraha dan para Perwira Staf berkunjung ke pos-pos terjauh dan terpencil yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota untuk memberikan semangat dan motivasi kepada personel pos, Sabtu (16/5/2021).
Adapun pos-pos yang dikunjungi hari ini Pos Fohululik, Pos Fohuk, Pos Lakmars, Pos Kewar dan Pos Delomil.
“Alhamdulillah seluruh personel pos dalam keadaan sehat wal’afiat dan mereka masih tetap semangat seperti awal kami datang,” ungkapnya.
Menurut Bayu Sigit, kehadirannya di pos selain memberikan semangat dan motivasi kepada anggota, juga untuk mengecek langsung kondisi fisik pos setelah beberapa bulan ditempati.
“Ternyata sudah ada perubahan dan perbaikan sehingga terlihat lebih rapi, bersih dan nyaman untuk digunakan selama berada di pos,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Dansatgas, personel akan merasa betah dan nyaman tinggal di pos meskipun lokasinya jauh dari masyarakat.
Terkait dengan logistik, lanjutnya, khusus beras didorong setiap awal bulan dari Mako, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan lauk pauknya mereka membeli dari masyarakat sekitar atau ke kota untuk kebutuhan selama satu Minggu.
Selain itu, Alumnus Akmil Magelang itu juga mengingatkan dan menekankan kepada seluruh personel Satgas untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dan tetap rangkul masyarakat di sekitar untuk bersama-sama menjaga wilayah perbatasan.
“Gunakan tehnik pembinaan teritorial untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan harapan terjalinnya silaturrahmi dan komunikasi yang aktif antara masyarakat dengan personel pos bahkan bisa menjadi keluarga asuh pos,” harapnya.
Lebih lanjut, Dansatgas juga mengingatkan agar tidak melakukan pelanggaran ataupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan masyarakat, diri sendiri dan keluarga serta satuan karena ada sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI.
(Selakau). Berlokasi di Desa Semelagi Besar, Kecamatan Selakau tepatnya diperbatasan Sambas-Singkawang, anggota satuan Koramil 06/Selakau menggelar operasi kemanusiaan dan pengawasan penanganan Covid 19 Kabupaten Sambas, Sabtu (15/5/2021).
Operasi pengawasan larangan mudik diwilayah Kabupaten Sambas berlangsung di Posko Penyekatan perbatasan antar Kota Singkawang-Sambas. Kegiatan ini melibatkan Koramil 06/Selakau, Satlantas Polres Sambas, Dishub, Pol PP, dan Dinas Kesehatan Kab. Sambas.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah Kabupaten Sambas pada saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
Kopda Siregar anggota Koramil 1208-06/Selakau mengatakan, selain melakukan kegiatan sosialisasi berupa himbauan kepada masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan menegakkan disiplin kepada masyarakat agar benar-benar mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.
“Penerapan protokol kesehatan ini harus diperketat lagi, baik di pemukiman warga, dan juga di jalan raya yaitu posko penyekatan mudik,” ungkapnya.
Menurut Kopda Siregar, sasaran kegiatan ini yaitu kendaraan dan orang yang melintas dan memasuki Kabupaten Sambas. Adapun kendaraan yang diperbolehkan masuk ke Kabupaten Sambas meliputi Mobil Ambulan, Mobil Jenazah, Mobil Sembako, Mobil Exspedisi, Mobil Dinas yang dilengkapi surat dari pimpinannya.
Sementara itu, Danramil Letda Arm Kahar menyatakan bahwa anggotanya melakukan penyekatan terhadap kendaraan dan orang yang memasuki Kabupaten Sambas dengan melakukan pengecekan suhu menggunakan Thermogun / Thermoscan. “Kalau terdapat ada orang yang suhu diatas 36,6°C akan dilakukan Rapid Antigen oleh tim kesehatan yang ada ditempat,” ujarnya.
Letda Arm Kahar juga meyampaikan bahwa kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan tersebut dalam rangka untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sambas. “Kita berharap masyarakat tetap patuh dalam mengikuti protokol kesehatan dan bekerja sama memerangi Covid-19 ini, dengan gunakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan,” jelasnya.
“Kita ingin seluruh masyarakat dan pengguna jalan dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah dengan mengikuti protokol kesehatan, supaya bisa menghambat penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Mosso membagikan tali asih berupa pakaian layak pakai, tas sekolah dan makanan tambahan bagi ibu hamil di Kp. Mosso Distrik Muara Tami.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani, S.H., M.Tr. (Han), dalam keterangan tertulisnya di Distrik Muara Tami, Jayapura, Jumat (14/05/2021).
Lebih lanjut Dansatgas mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan syukur kami dihari lebaran ini bisa berbagi dengan saudara-saudara di Papua khususnya di kp. Mosso.
“Hari Raya Idul Fitri kali ini personel Satgas merayakannya di daerah penugasan, jauh dari anak istri, orang tua dan sanak-saudara lainnya. Keluarga kami saat ini di wilayah penugasan adalah masyarakat Papua,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya selain berbagi pakaian layak pakai dan tas untuk anak-anak sekolah, dalam kegiatan ini juga anggota pos membagikan makanan tambahan berupa biskuit dan susu untuk ibu hamil dan ibu menyusui. “Harapannya ibu-ibu hamil di kampung mosso mendapat gizi yang baik sehingga ibu dan bayi yang dikandung bisa sehat hingga persalinan,” ujar Dansatgas.
Ditempat terpisah Petrus sau (48) tokoh masyarakat mosso mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Satgas Pamtas Yonif 131/Brs terhadap masyarakat di perbatasan khususnya di Kp. Mosso. “Bapak TNI selalu hadir dalam membantu masyarakat kampung yang sedang kesulitan, terima kasih,” ucapnya. (Pen Satgas Yonif 131/Brs)
Mataram – Budaya Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sangat beragam. Mulai dari seni tari, pewayangan, alat musik tradisional hingga sistem penanggalan atau kalender.
Namun, dari banyaknya budaya Sasak, cukup jarang yang mengulas literasi khusus kebudayaan Sasak maupun mempromosikan secara aktif jenis-jenis kesenian tradisional tersebut.
Ancaman kepunahan pun menjadi semakin nyata seiring perubahan zaman. Milenial semakin melupakan kebudayaan asal. Era teknologi menyeret khazanah Sasak tergerus di ambang pintu kepunahan.
Lembaga Kajian Sosial dan Politik, Mi6 dan Publik Institut NTB , menyoroti tanggalan Sasak Warige yang sudah hampir tidak dikenal. Padahal, sistem penanggalan leluhur tersebut cukup berjaya tempo dulu.
Sistem kalender Sasak Warige merupakan penanggalan yang berdasarkan pengamatan peredaran bintang. Identik dengan bintang pleiades atau dalam bahasa Sasak disebut Bintang Rowot.
Bintang Pleiades atau Gugus Kartika adalah sebuah gugus bintang terbuka di rasi bintang Taurus. Gugus bintang tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang karena dekat dengan bumi.
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathulah, Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah dan Direktur Publik Institut NTB, Ahmad SH mengatakan Warige adalah penanggalan oleh masyarakat Sasak digunakan untuk menentukan hari baik dan buruk. Sehingga, untuk beraktivitas bertani, melaut maupun kegiatan kebudayaan dan keagamaan mengacu pada Warige.
“Warige itu menjadi rujukan oleh masyarakat Sasak dalam menentukan waktu yang baik atau waktu yang tidak baik,” ujar pria yang akrab disapa didu, Sabtu Dini Hari, 15 Mei 2021 di Mataram
Didu mengatakan dulunya setiap aktivitas masyarakat Sasak berpaku pada penanggalan Warige. Mulai dari bertani, melaut, acara budaya, acara hajatan atau yang berkaitan dengan keagamaan.
“Itu dulu. Tapi sekarang justru Warige mulai terlupakan. Bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan akan punah,” tuturnya.
Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari menambahkan, tanggalan Warige saat ini justru hanya digunakan pada acara Bau Nyale. Itu karena sudah banyak orang mulai lupa dan tidak mengetahui menggunakan Warige.
“Dari generasi ke generasi, kebudayaan Sasak mulai dilupakan. Warige salah satunya,” ujarnya.
NTB sebagai daerah pariwisata membutuhkan kesenian dan budaya sebagai bagian dari atraksi pariwisata. Untuk itu, campur tangan pemerintah diharapkan mampu mempertahankan budaya dan kesenian Sasak.
“Jika pemerintah hanya fokus pada pariwisata semata, tanpa merawat penunjang pariwisata yang menjadi bagian atraksi seperti seni dan budaya, itu sama aja bohong,” tandas Lalu Athari.
*Jangger Sasak, Simbol Perlawanan Perempuan*
Sementara itu baik Mi6 maupun Publik Institut NTB melihat Seni tari Jangger Sasak juga mulai terlupakan. Padahal, seni tari tersebut pada masanya selalu ramai digunakan saat acara hajatan baik pernikahan maupun sunatan.
Namun era saat ini, Jangger sudah mulai sepi peminat. Padahal, banyak nyawa bergantung hidup pada seni tari tersebut.
Direktur Publik Institut NTB, Ahmad SH menuturkan, saat ini generasi milenial yang tidak paham arti sesungguhnya Jangger. Banyak orang yang hanya melihat Jangger adalah sebuah hiburan erotis yang menampilkan perempuan dengan lekuk tubuh seksi menari di hadapan banyak pria.
“Padahal tarian Jangger Sasak ini memiliki filosofis yang justru sebagai bukti perempuan Sasak mempertahankan kehormatan mereka,” tambahnya.
Setiap gerakan Jangger memiliki filosofis yang menandakan perjuangan perempuan menjaga kehormatannya.
Biasanya, saat perempuan menari, akan datang seorang laki-laki yang ikut menari. Terkadang tangan nakal lelaki itu berusaha menjamah tubuh si penari perempuan. Dari sanalah Jangger akan mengeluarkan gerak tari mempertahankan kehormatannya. Dia memiliki gerakan menangkis tangan nakal lelaki.
Baju penari juga cukup tebal untuk melindungi dirinya. Sementara di kepala si penari terdapat perhiasan yang berbentuk tajam, yang akan mengarahkan kepada si penyawer pria saat posisi si Jangger tertekan.
Gerakan Jangger seperti silat yang bersiap menangkis serangan. Di tangannya juga memiliki kipas yang akan menghalau penyawer nakal.
“Bahkan, gerakan kaki si penari berbentuk kuda-kuda dalam posisi siap siaga. Itu semua memiliki filosofis bentuk perlawanan perempuan menjaga kehormatan,” tambah Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah.
Mi6 menyadari seni tari Jangger sudah mulai memasuki fase kepunahan. Itu karena peran pemerintah dinilai masih minim untuk terus mempertahankan budaya-budaya Sasak ini.
“Pemerintah kadang lupa, era modern yang membawa banyak teknologi dan industrialisasi, konsekuensinya tentu ada yang akan terlupakan. Yaitu seni-budaya tradisional kita. Itu juga akan tenggelam bersama kemajuan zaman jika tak terurus,” urai Hendra Kesumah.
Terkait adanya perubahan penari yang kerapkali berpenampilan seksi dalam seni tari tradisional maupun kontemporer Sasak, Ahmad SH melihat itu hanya soal kedewasaan masyarakat dalam menikmati seni.
“Tidak perlu dikaitkan dengan religi. Seni itu murni ekspresi, bicara soal estetika. Religi itu ranah etik, sementara seni ranah estetik dan tidak berurusan dengan moral,” jelasnya.
Kesenian memang bukan kitab suci yang akan kekal sepanjang masa. Sudah menjadi hukum alam bahwa seni punya hak untuk lahir, berkembang dan mati. Namun, menjadi kewajiban kehadiran pemerintah untuk mempertahankan seni dan budaya tetap terus hidup.
“Jadi jangan hanya dibuat mabuk dengan modernisasi dan industrialisasi, tapi seni budaya sendiri dilakukan. Itu ibarat anak kota yang tak tahu kampung asal jika seni dan budaya dilupakan,” Pungkas Ahmad SH yang juga aktivis Lingkungan dan mantan pengurus teras di Walhi Nasional Jakarta.
Belu NTT – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI -RDTL Sektor Timur bersama pos jajarannya tetap eksis memberikan sosialisasi pencegahan penyebaran corona virus desease (Covid)-19 kepada masyarakat wilayah perbatasan khususnya di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.
Terkait dengan itu, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI -RDTL Sektor Timur mengatakan penanganan virus corona sampai saat ini menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah pusat maupun daerah, Jumat (14/5/2021).
“Kita semua harus ikut serta dan berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 minimal dengan mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah sehingga dapat mengurangi korban terpapar virus corona,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kabupaten Belu sampai saat ini masih dalam perawatan sebanyak 3 orang, sembuh 234 orang dan meninggal sebanyak 13 orang.
“Ini berdasarkan data terakhir tanggal 10 Mei lalu yang dapat diakses melalui https://belukab.go.id/,” terang Bayu Sigit.
Pria kelahiran April 1980 itu mengingatkan seluruh personel pos jajarannya untuk tidak bosan dan tetap semangat dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan membagikan masker atau lainnya sehingga virus corona betul-betul zero di NTT khususnya Kabupaten Belu.
Hari ini, personel Pos Dafala memberikan sosialisasi pencegah Covid-19 kepada masyarakat di Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur tentang protokol Kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas serta 3T yaitu testing terhadap masyarakat yang terindikasi Coivd-19, tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan terpapar Covid-19 dan Treatmen atau pengobatan terhadap warga yang positif terpapar Covid-19.
Sedangkan personel Pos Fohulilik bersama masyarakat Dusun Fohululik Desa Lutharato Kecamatan Lamaknen Selatan membuat Posko Covid-19 untuk mengecek masyarakat yang keluar masuk dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
(Sambas). Anggota Koramil 1208-02/Sejangkung melaksanakan pengamanan ibadah dalam rangka memperingati kenaikan Isa Almasih, bertempat di Gereja ST Teresia Dusun Keranji, Desa Kaliau, Kec. Sajigan Besar, Kab. Sambas, Kamis malam (13/5/2021).
Kegiatan sinergitas dan solidaritas yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 02/Sejangkung dan Bhabinkamtibmas Polsek Sejangkung guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan ibadah di Gereja Kristen ST Teresia dan untuk mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas pada pelaksanaan ibadah tersebut.
Serka Abu Mansyur Babinsa setempat mengatakan bahwa kita melaksanakan patroli di tiap-tiap gereja yang ada di wilayah Sajingan Besar untuk menghimbau kepada umat nasrani agar sementara ini melaksanakan ibadah di gereja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Kita juga menghimbau kepada masyarakat, untuk saat ini laksanakan kebijakan stay at home. Jangan keluar rumah kalau tak perlu dan mendadak, kalaupun memang terpaksa untuk keluar rumah supaya melindungi diri dengan sering cuci tangan, menggunakan masker dan memperhatikan Physical Distancing berupa menjaga jarak, hindari kerumunan, serta tidak bersentuhan fisik dengan orang lain apalagi tidak dikenal,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil 1208-02/Sejangkung mengatakan bahwa kehadiran aparat TNI-Polri ini tidak hanya untuk melakukan pengamanan dan pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat tetapi juga ikut berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi ke masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran Virus Corona yang sekarang masih marak.
“Dalam rangka menciptakan situasi aman serta menjamin umat kristiani dalam kekhusuan melaksanakan ibadahnya, merupakan tugas pokok Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan pengamanan di wilayah binaan,” pungkasnya. (Bdr)
Belu NTT – Upaya penggagalan aksi penyelundupan terus dilakukan baik terhadap barang yang akan diselundupkan ke negara Timor Leste maupun yang dimasukan ke wilayah Kabupaten Belu terutama melalui jalur tikus di sepanjang wilayah Kipur I Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur.
Demikian dikatakan Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/5/2021).
Berdasarkan laporan Danpos Silawan Letda Inf Aditya Tri Prasetyo bahwa personel Pos Silawan kemarin malam (Selasa, red) berhasil mengamankan barang yang akan diselundupkan ke negara Timor Leste melalui jalur tikus di Dusun Halimuti Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab berupa mie 2 dus, parfum, suku cadang sepeda motor dan obat-obatan untuk ternak ayam.
Menurutnya, upaya yang sudah dilakukan ini agar ditingkatkan sehingga dapat meminimalisasi tindakan-tindakan ilegal di wilayah perbatasan.
“Jangan melihat besar kecilnya barang bukti, tapi yang menjadi fokus perhatian adalah tindakan ilegalnya yang dilarang secara konstitusi sehingga kedepan agar lebih ditingkatkan lagi patrolinya minimal bisa mencegah atau bahkan menghentikan tindakan penyelundupan baik yang keluar ataupun masuk ke Indonesia,” papar Bayu Sigit.
Dijelaskannya, barang bukti tersebut hendak dibawa ke Timor Leste melalui jalur tikus tersebut, namun terduga pelaku pemilik barang sudah ada komunikasi dengan oknum dari Timor Leste yang berada di seberang sungai menggunakan senter.
“Begitu barang bukti mereka bawa ke pinggiran sungai, personel yang melaksanakan patroli mendekat kearah pelaku. Namun pengawas yang sudah mereka siap melihat gelagat anggota sehingga dia memberikan kode melalui senter dan kabur ke wilayah Timor Leste,” jelasnya.
“Ini menjadi tantangan kita bersama untuk bisa menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dengan harapan dapat memberikan efek jera bagi pelaku maupun oknum masyarakat yang berniat melakukan hal yang sama,” tambahnya.
Adapun barang bukti langsung diamankan di Pos Silawan Kipur I setelah dilakukan pemeriksaan isi barang bukti berupa barang tersebut.
Sumbawanews.com,- Kementerian Perdagangan menyelenggarakan sosialisasi daring terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2026, yang resmi diundangkan pada 4 Juni 2026. Acara yang...
Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Sugiono hadir di Kazan, Rusia, mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia, pada...
Sumbawanews.com,- Teheran — Kesepakatan sementara antara Iran dan Amerika Serikat melalui Memorandum of Understanding (MoU) bukan sekadar gencatan senjata, tapi sebuah pergeseran kekuatan geopolitik...
Sumbawanews.com,- Di Miami, Pachi Paris, 29, seorang profesional keuangan yang aktif berolahraga dan menjaga pola makan sehat, menghabiskan $250 per bulan untuk suplemen kesuburan...