Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya penyelesaian sengketa masyarakat secara damai melalui pendekatan non litigasi berbasis nilai agama, hukum, dan kearifan lokal. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori saat membuka kegiatan Sosialisasi Bale Mediasi dengan tema “Penguatan Sinergi Perdamaian Bale Mediasi Sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokal dan Hukum” yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (07/05/2026).
Baca Juga: Wabup Hadiri Wisuda 154 Santri Ponpes Aisyah Samawa
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Ketua LATS, Ketua Bale Mediasi, kepala perangkat daerah lingkup Kabupaten Sumbawa, serta para narasumber dan peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berharap keberadaan Bale Mediasi tidak hanya sekadar simbol atau papan nama semata, tetapi benar-benar mampu menjalankan peran secara maksimal sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial dan sengketa hukum secara damai.
“Pemerintah berharap Bale Mediasi mampu menciptakan suasana yang adil sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Ketika persoalan dapat diselesaikan dengan damai, maka kehidupan masyarakat akan terasa lebih sejuk, aman, dan tenteram,” ujarnya.
Wabup juga mengingatkan pentingnya penyelesaian persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. la mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas hukum dan kondusivitas daerah demi mewujudkan Sumbawa yang damai, nyaman, unggul, maju, dan sejahtera.
“Masalah kecil harus segera diperhatikan dan diselesaikan bersama. Mari kita jaga kondusivitas daerah agar masyarakat dapat hidup dengan damai dan sejahtera,” pungkasnya. (Using)















