Paris, sumbawanews.com – Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, Senin (06/11) menyatakan, Prancis mengutuk tembakan artileri dan pemboman udara yang dilakukan oleh rezim Suriah dan Rusia di provinsi Idlib, di barat laut Suriah. Sejak tanggal 5 Oktober, serangan-serangan tanpa pandang bulu ini telah menyebabkan sedikitnya 70 orang tewas, sepertiga di antaranya adalah anak-anak, dan hampir 350 orang terluka.
Baca Juga: Prancis Akan Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Bersama Penempatan Militer di Mediterania Timur
“Mereka menargetkan lingkungan pemukiman, kamp pengungsi dan infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit,” katanya.
Disebutkan, Menurut PBB, lebih dari 120.000 orang terpaksa mengungsi akibat pertempuran tersebut. Secara total, perang yang dilancarkan oleh rezim Suriah, Rusia dan sekutunya di Suriah telah menyebabkan kematian ratusan ribu warga Suriah dan pengungsian hampir 12 juta orang.
Prancis menegaskan kembali dukungannya terhadap seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Utusan Khususnya untuk penghentian permusuhan di seluruh Suriah dan solusi politik sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 2254 Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Prancis menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. Dan menegaskan kembali dukungannya terhadap perjuangan melawan impunitas. (Using)