Home Berita Olah Raga Zico Peringatkan Brasil: Jepang Bukan Lawan Sembarangan di 32 Besar Piala Dunia...

Zico Peringatkan Brasil: Jepang Bukan Lawan Sembarangan di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Legenda sepak bola Brasil, Zico, memperingatkan tim nasional Selecao bahwa Jepang bukan lagi tim yang bisa dianggap remeh di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, pria 73 tahun itu menegaskan bahwa Samurai Biru kini telah bertransformasi menjadi kekuatan global yang tangguh, berkat pengalaman pemain-pemainnya di liga-liga elit Eropa dan disiplin taktis yang matang.

Laga antara Brasil dan Jepang di Stadion Houston pada Selasa, 30 Juni 2026, diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menentukan fase gugur turnamen. Meski Brasil tetap diunggulkan berdasarkan sejarah dan kualitas individu, Zico menekankan bahwa perbedaan zaman telah mengubah peta kekuatan sepak bola dunia. “Jepang sekarang berada di level yang jauh lebih kompetitif. Para pemain mereka pergi ke Eropa, seperti halnya pemain Brasil dan Amerika Selatan dahulu,” ujar Zico.

Pernyataan itu bukan sekadar opini biasa. Zico memiliki koneksi mendalam dengan sepak bola Jepang. Setelah pensiun sebagai pemain, ia menangani Timnas Jepang selama empat tahun, dari 2002 hingga 2006—periode di mana ia membawa tim tersebut melewati batas-batas tradisional di level global. Ia bahkan pernah menghadapi negara kelahirannya sendiri di Piala Dunia 2006 di Jerman, ketika Jepang kalah 1-4 dari Brasil. “Saat pertandingan dimulai, saya sepenuhnya mendukung Jepang,” kenangnya. “Saya menyanyikan lagu kebangsaan Brasil saat pemanasan, tapi begitu wasit meniup peluit, hati saya berada di sisi Samurai Biru.”

Pengalaman langsung sebagai pelatih membuat Zico memahami betul perkembangan filosofi permainan Jepang: ketelitian, kerja tim, dan adaptasi cepat. Ia menyebut para pemain seperti Ayase Ueda dan kawan-kawan yang kini berlaga di Liga Inggris, La Liga, dan Bundesliga sebagai bukti nyata bahwa kualitas individu Jepang tidak lagi terbatas pada teknik, tapi juga mentalitas juara.

Dengan keberadaan pelatih Hajime Moriyasu yang konsisten membangun identitas permainan, serta generasi muda yang terus lahir dari akademi terstruktur, Zico meyakini Jepang bukan lagi tim yang hanya mampu bertahan. Mereka kini mampu mengancam, menguasai ritme, dan bahkan menang dalam pertandingan besar. “Jangan anggap mereka hanya tim kecil yang bermain rapi. Mereka punya keberanian, kecerdasan, dan hasrat untuk membuktikan bahwa Asia bisa bersaing dengan raksasa,” katanya.

Bagi Brasil, laga ini bukan sekadar lanjutan sejarah rivalitas. Ini adalah ujian nyata terhadap asumsi bahwa keunggulan historis bisa menjadi jaminan. Zico, yang pernah memimpin dua tim berbeda dalam pertarungan paling bergengsi di dunia, tahu persis: di Piala Dunia, legenda tidak selalu menang. Yang menang adalah yang siap berubah—dan Jepang, menurutnya, sudah jauh melampaui tahap itu.

Previous articleUruguay Gugur, Paraguay dan Senegal Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleSprint Race MotoGP Belanda 2026: Marquez Berburu Kemenangan di Assen