Sumbawanews.com,- Persija Jakarta resmi memperpanjang kontrak Witan Sulaeman hingga tiga tahun ke depan, dengan pelatih Shin Tae-yong menjadi salah satu faktor kunci keputusan pemain berusia 24 tahun itu untuk tetap bertahan di Macan Kemayoran. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu, 4 Juli 2026, setelah Witan menyatakan kecintaannya terhadap klub dan kota Jakarta sebagai alasan utama memilih untuk tetap berada di tim ibu kota. Selain itu, hubungan kuatnya dengan Shin Tae-yong sejak masa kepelatihan di timnas Indonesia, mulai dari level U-20 hingga U-23, turut memperkuat tekadnya untuk melanjutkan perjalanan karier bersama Persija.
Witan, yang bergabung dengan Persija pada Januari 2023 setelah pindah dari AS Trencin di Slovakia, belum sepenuhnya menunjukkan performa puncaknya di klub ini. Ia sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada musim 2023/2024 dan hanya tampil dalam 19 laga di kompetisi sebelumnya. Namun, Presiden Persija Mohamad Prapanca menegaskan bahwa kehadiran Shin Tae-yong diharapkan mampu mengembalikan versi terbaik dari Witan, mengingat pelatih asal Korea Selatan itu telah menurunkannya dalam 70 pertandingan bersama timnas, dengan catatan 16 gol dan 12 assist.
Dalam pernyataannya, Witan mengaku bahwa kenyamanan bersama keluarga di Jakarta dan kepercayaan yang terus diberikan Shin Tae-yong menjadi dua pilar utama keputusannya. “Alasan utama saya bertahan di Persija adalah karena saya dan keluarga mencintai Persija dan Kota Jakarta. Kedua, kehadiran coach Shin sebagai pelatih kepala juga menjadi salah satu penyebab saya ingin melanjutkan perjalanan saya di sini,” ujarnya. Ia pun menambahkan, “Saya masih memiliki keinginan besar yang belum terwujud bersama klub ini, yaitu membawa Persija meraih gelar juara agar bisa membanggakan Jakarta dan The Jakmania.”
Shin Tae-yong, yang menangani timnas Indonesia sejak 2019, memiliki reputasi kuat dalam mengembangkan pemain muda berbakat, dan Witan menjadi salah satu aset paling andal di bawah asuhannya. Hubungan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga emosional, yang kini menjadi fondasi baru bagi ambisi Persija untuk kembali meraih titel juara Liga 1.















