Sumbawanews.com,- Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus memulai balapan Moto3 Qatar 2026 dari posisi terbelakang setelah dikenai penalti turun enam peringkat. Hukuman ini diberikan karena ia tidak mengindahkan sinyal bendera kuning selama sesi free practice (FP1) di sirkuit Lusail, Qatar. Penalti tersebut menghapus peluangnya untuk start di dua baris terdepan, meski peluang untuk meraih hasil positif tetap terbuka.
Veda, yang baru berusia 17 tahun dan menjalani musim debutnya di kelas Moto3, sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah meraih posisi kedua di Moto3 Malaysia pekan lalu. Ia datang ke Qatar dengan optimisme tinggi, didukung catatan positif di sirkuit Lusail—tempat ia pernah meraih tiga podium di ajang Asia Talent Cup, termasuk dua kemenangan. Dalam dua sesi latihan hari pertama, Veda menunjukkan performa solid: peringkat keenam di FP1 dan kelima di sesi practice, hanya selisih kurang dari satu detik dari pemimpin klasemen, Maximo Quiles. Bahkan di practice, selisih waktunya hanya 0,3 detik.
Meski hukuman ini menjadi pukulan, Veda memandangnya sebagai pembelajaran penting di musim pertamanya di level Grand Prix. Dalam konferensi pers sebelumnya, ia menegaskan bahwa target utamanya bukan posisi klasemen, melainkan konsistensi balapan, pengumpulan poin, dan perbaikan atas kesalahan yang pernah ia buat. Dengan rekam jejaknya yang menunjukkan kemampuan bangkit dari start belakang—seperti saat naik podium dari posisi kedelapan di Malaysia—penonton masih bisa berharap kejutan dari sang remaja berbakat.















