Sumbawanews.com,- Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis di posisi ke-18 pada balapan Moto2 San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Minggu (13/9), setelah mengalami perjalanan naik-turun sepanjang 21 lap. Memulai dari grid ke-16, Veda sempat naik ke posisi ke-15 pada awal balapan, namun terus kehilangan tempat seiring kemajuan balapan, hingga akhirnya gagal masuk 15 besar.
Pada lap ketiga, Veda masih bertahan di posisi ke-15, sementara rekan sesama Asia, Hakim Danish dari Malaysia, berada di urutan ke-19. Namun, pada lap kelima, Veda turun ke posisi ke-16 sebelum kembali naik ke ke-14. Di saat yang sama, Hakim Danish mulai mengejar, naik ke posisi ke-18. Pada lap keenam, Hakim berhasil menyusul Veda dan merebut posisi ke-15, sementara Veda terpuruk ke urutan ke-16.
Tekanan terus meningkat. Pada lap ke-10, Veda Ega turun ke posisi ke-19, dan pada lap ke-15, ia jatuh ke posisi ke-20 — titik terendahnya dalam balapan. Di sisi lain, Hakim Danish konsisten memperbaiki posisinya, tetap bertahan di ke-15 hingga memasuki empat lap terakhir. Di fase akhir, Veda mampu bangkit ke posisi ke-19, sementara Hakim Danish melonjak ke posisi ke-14 dan finis di urutan ke-12.
Sementara itu, di puncak klasemen, Maximo Quiles merebut kemenangan setelah menyusul pemimpin awal, David Almansa, di garis finis. Almansa harus puas sebagai runner-up, sementara Brian Uriarte mengamankan posisi ketiga dan menyelesaikan podium.
Hasil ini menandai pencapaian terbaik Hakim Danish dalam balapan Moto2 musim ini, sementara Veda Ega tetap berjuang untuk konsistensi di kelas menengah Moto2.















