Sumbawanews.com,- Pada bursa transfer musim panas 2026, aktivitas perpindahan pemain internasional mencatat rekor baru dengan total dana mencapai US$ 9,89 miliar (Rp174,5 triliun), menurut analisis FIFA. Sebanyak 267 pemain dari 47 tim nasional yang berlaga di Piala Dunia 2026 berganti klub dengan nilai kumulatif lebih dari US$ 3,3 miliar (Rp58,2 triliun), sementara total 12.500 transfer internasional tercatat di sepak bola putra—angka tertinggi sepanjang sejarah bursa tengah tahun. Klub-klub Inggris mendominasi sebagai pembelanja terbesar dengan pengeluaran US$ 3,02 miliar, diikuti Italia (US$ 1,1 miliar), Spanyol (US$ 940 juta), Jerman (US$ 904 juta), dan Prancis (US$ 641 juta). Di sisi pemasukan, Prancis memimpin dengan US$ 1,7 miliar, disusul Inggris (US$ 1,43 miliar) dan Jerman (US$ 1,02 miliar). FIFA menyebut fenomena ini sebagai indikator kuat pengaruh Piala Dunia terhadap dinamika pasar, meski tidak memisahkan perpindahan yang dipicu performa di turnamen dari yang sudah direncanakan sebelumnya, seperti kasus Enzo Fernández, Bradley Barcola, dan Yan Diomande.
Di sepak bola putri, meski skala pasar masih jauh lebih kecil—hanya 0,3 persen dari nilai transfer putra—pertumbuhannya mencatatkan lompatan signifikan. Pengeluaran untuk transfer internasional putri melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu, mencapai rekor US$ 28,6 juta, dengan jumlah transaksi meningkat 19,2 persen. FIFA menilai tren ini sebagai tanda positif berkelanjutan dalam perkembangan sepak bola wanita global.















