Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan bertanding melawan Kamboja dalam laga pembuka Grup A Piala AFF 2026, Senin malam, 27 Juli 2026, di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Duel ini menjadi momen penting bagi Garuda untuk memulai misi meraih gelar juara ASEAN setelah lebih dari dua dekade tanpa trofi. Meski unggul secara historis, pelatih John Herdman memperingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan yang kini semakin disiplin dan terorganisir.
Sejarah mencatat Indonesia tak pernah kalah dari Kamboja dalam lima pertemuan di Piala AFF: 3-0 pada 1996, 4-2 pada 2002, 8-0 pada 2004, 4-0 pada 2008, dan 4-2 pada 2021. Secara keseluruhan, dalam 18 pertemuan sebelumnya, Timnas Indonesia mengoleksi 80 gol versus 10 gol lawan. Namun, Kamboja kini bukan lagi tim yang mudah dikalahkan. Di laga pembuka turnamen ini, mereka sempat bertahan ketat sebelum kalah 1-2 dari Singapura, dan sejak 2018 selalu meraih minimal satu kemenangan di setiap edisi Piala AFF. Puncaknya, pada 2022, mereka mencatat dua kemenangan—melawan Filipina dan Brunei Darussalam—untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Kamboja juga memperkuat skuadnya dengan lima pemain naturalisasi: Hikaru Mizuno, Alisher Mirzaev, Yudai Ogawa, Iago Bento, dan Abdel Kader Coulibaly. Meski tak memiliki pemain yang berkarier di liga Eropa, tim besutan Koji Gyotoku menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal taktik dan mental bertanding. Sementara itu, pelatih John Herdman menekankan pentingnya fokus penuh, mengingat Kamboja telah berubah menjadi tim yang sulit ditembus.
Dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Pakansari menjadi kekuatan tambahan bagi Timnas Indonesia. Namun, Herdman menegaskan, rekor masa lalu bukan jaminan kemenangan. Laga ini bukan sekadar soal statistik, tapi ujian kesiapan mental dan taktis menjelang perjalanan panjang di turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara.















