Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2026, finis di peringkat tiga Grup A setelah kalah head-to-head dari Vietnam dan Singapura. Ini adalah kali keenam tim Merah Putih tersingkir di fase grup sejak turnamen ini berdiri, dan seperti pola yang terus berulang, tiga pelatih utama yang menangani tim dalam kegagalan serupa sebelumnya langsung dipecat: Shin Tae-yong, Alfred Riedl, dan Peter Withe.
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, dipecat pada 6 Januari 2025 setelah kegagalan di Piala AFF 2024. Meski sebelumnya sukses membawa Indonesia bersaing di kualifikasi Piala Dunia 2026 dan lolos ke final Piala AFF 2027, PSSI dituduh menjebaknya dengan memerintahkan menurunkan pemain U-23 di turnamen tersebut. Kegagalan di Piala AFF 2024 menjadi alasan resmi pemecatannya, meski banyak pihak mempertanyakan keputusan itu sebagai bentuk pemindahan tanggung jawab.
Sebelumnya, Alfred Riedl, pelatih asal Austria yang pernah membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2010, dipecat setelah gagal membawa tim lolos dari fase grup pada keikutsertaannya yang kedua pada 2014. Kegagalan itu menjadi akhir karirnya sebagai pelatih Timnas Indonesia, dan ia meninggal dunia beberapa tahun kemudian tanpa sempat kembali menangani tim.
Peter Withe, mantan striker timnas Inggris yang sukses membawa Indonesia meraih gelar runner-up Piala AFF 2004, juga mengalami nasib serupa. Tiga tahun setelah keberhasilannya, Timnas Indonesia kembali gagal di fase grup pada Piala AFF 2007. Meski skuad Garuda sebentar lagi akan tampil di Piala Asia 2007, Withe tetap dipecat oleh PSSI.
Kegagalan berulang di Piala AFF terus menjadi momen krusial yang memicu pergantian pelatih, meski tidak selalu mencerminkan kinerja jangka panjang. Tiga nama ini—Shin, Riedl, dan Withe—tetap dikenang sebagai pelatih top yang dipecat bukan karena kurangnya prestasi, tapi karena tekanan untuk menang di turnamen yang dianggap sebagai “tongkat estafet” kebanggaan nasional.















