Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia sedang mengupayakan naturalisasi tiga pemain keturunan Indonesia yang saat ini berkarier di Eropa, demi memperkuat lini depan, tengah, dan belakang skuad Garuda di masa mendatang. Ketiga pemain tersebut adalah Markus Pall Ellertsson, Reno Munz, dan Demiane Agustien, yang masing-masing berusia 20, 20, dan 19 tahun, dan memiliki darah Indonesia melalui garis keturunan ibu. Informasi ini diungkap oleh Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI, Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya, sebagai bagian dari upaya PSSI untuk memperdalam kualitas tim nasional.
Markus Pall Ellertsson, penyerang berpostur 189 cm yang kini membela IA Akranes di liga top Islandia, mencatatkan 15 gol dari 29 penampilan sepanjang musim 2026. Ia lahir pada 6 Februari 2006 dan memiliki ibu yang lahir di Jakarta. Markus juga merupakan adik kandung Mikael Egill Ellertsson, pemain Genoa yang memperkuat Timnas Islandia senior. Noor Korompot secara eksplisit menyebut nama Markus sebagai calon yang masuk radar Timnas Indonesia, dengan menyatakan bahwa “pemain muda bertalenta ini masuk dalam radar Timnas”.
Reno Munz, bek tengah berpostur 188 cm, lahir di Jakarta dan kini bermain untuk KVC Westerlo di Belgia. Sebelumnya, ia pernah berkembang di akademi Bayer Leverkusen dan Greuther Fürth di Jerman, serta pernah membela tim nasional Jerman U-19 dan U-20. Noor Korompot mengindikasikan identitas Reno melalui petunjuk di media sosial: pemain kelahiran Jakarta dengan sekitar 9.000 pengikut Instagram, dan berusia 20 tahun. Ia menegaskan bahwa proses naturalisasi Reno “akan berproses dalam waktu dekat” dan meminta publik bersabar.
Demiane Agustien, gelandang berusia 19 tahun, saat ini berkembang di akademi Arsenal, Inggris. Ia memiliki pengalaman bermain untuk Timnas Curacao U-17 dan Belanda U-19. Menurut Noor Korompot, nenek Demiane lahir asli di Indonesia, sementara ibunya memiliki garis keturunan campuran Mesir-Indonesia. Proses naturalisasi Demiane dikonfirmasi sedang dikaji oleh tim hukum PSSI, dengan penekanan bahwa syarat utama tetap mengutamakan pemain dengan garis darah Indonesia. “Prosesnya, Insha Allah. Tim Lawyer PSSI sedang bekerja,” tulis Noor.
Ketiga pemain ini, meski belum resmi memakai jersey Timnas Indonesia, menjadi simbol potensi besar bagi pengembangan tim nasional di era John Herdman. Kehadiran mereka berpotensi mengubah dinamika skuad Garuda dengan kombinasi pengalaman Eropa, usia muda, dan ikatan darah yang sah secara hukum dan budaya.















