Sumbawanews.com,- Jelang laga melawan Timor Leste di Stadion Chonburi, Thailand, pada Jumat (31/7/2026), pelatih Timor Leste, Jose Pedro, menegaskan bahwa kekuatan Timnas Indonesia tidak terletak hanya pada striker Mitchell Baker, melainkan pada permainan kolektif dan mobilitas tinggi yang menjadi ciri khas skuad Garuda. Pedro, yang telah mempelajari pertandingan Indonesia vs Kamboja di Stadion Pakansari pada Senin (27/7/2026), mengakui bahwa meski Baker mencetak hattrick dalam kemenangan 5-1, gol-gol itu lahir dari dinamika tim yang sulit dihentikan.
Pedro menilai, pergerakan pemain seperti Thom Haye di lini tengah mampu mempercepat transisi bola dan membuka ruang serang, sehingga pertahanan lawan kerap kewalahan. Ia membandingkan gaya bermain Indonesia dengan Malaysia, tim yang sebelumnya dihadapi Timor Leste dalam uji coba, dan menyebut keduanya memiliki mobilitas serangan yang sangat tinggi. “Kami harus sangat waspada dan tidak boleh fokus hanya pada satu pemain,” tegasnya.
Untuk menghadapi tantangan ini, Timor Leste berencana menerapkan strategi bertahan ketat dengan fokus pada disiplin tanpa bola. “Tujuan utama kami adalah tidak kebobolan. Ini akan menjadi pertandingan sangat sulit karena kualitas individu dan kolektif Indonesia,” ujar Pedro. Laga ini menjadi lanjutan persaingan Grup A Piala AFF 2026, di mana Indonesia datang dengan momentum penuh usai debut impresif Baker, namun pelatih lawan menekankan bahwa keberhasilan Garuda adalah hasil kerja sama tim, bukan sekadar kejeniusan seorang striker.















