Sumbawanews.com,- Pada Senin, 20 Juli 2026, sesi latihan Wolverhampton Wanderers dibatalkan oleh pelatih Cesar Peixoto setelah striker Tolu Arokodare menolak meninggalkan lapangan dan memaksa manajemen melepasnya ke Fiorentina. Insiden ini terjadi di markas latihan Compton Park, menyusul ketegangan antara pemain dan klub terkait transfer yang sedang berlangsung. Arokodare, yang masih terikat kontrak dengan Wolves, menolak untuk berlatih bersama tim utama setelah klub menolak tawaran dari klub Italia itu dan memilih menjualnya ke Trabzonspor. Peixoto, yang baru ditunjuk pada Juni 2026, memutuskan membatalkan latihan sebagai respons terhadap ketidakpatuhan pemain.
Arokodare, 25 tahun, bergabung dari Genk pada musim panas 2025 dan mencetak tiga gol saat Wolves terdegradasi dari Premier League musim lalu. Ia sebelumnya pernah mendapat hukuman disiplin pada April 2026 akibat konflik dengan rekan setimnya, Mateus Mane. Kepala pelatih Peixoto kini memperketat keamanan di kompleks latihan untuk mencegah Arokodare masuk ke area tim utama, sementara klub belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Pemain asal Nigeria itu merespons insiden ini melalui media sosial pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan menegaskan komitmennya sebagai profesional. “Sepanjang karier saya, saya selalu sangat bangga dalam berperilaku profesional dan mempertahankan standar pelatihan tertinggi,” tulisnya. “Saya masih terikat kontrak dengan Wolves, dan satu-satunya niat saya adalah untuk memenuhi tanggung jawab saya secara profesional.”
Insiden ini memicu perhatian karena aturan FIFA terbaru melarang praktik mengasingkan pemain demi memaksa transfer, yang kini dianggap sebagai bentuk pelecehan kecuali ada alasan olahraga yang sah. Pelanggaran bisa berakibat denda atau sanksi disipliner dari badan sepak bola dunia. Fiorentina, Torino, dan Genoa disebut tertarik pada Arokodare, namun Wolves tetap mempertahankan posisi mereka untuk menjualnya ke Trabzonspor.















