Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia gagal merekrut striker Dean Zandbergen meski ia mencetak 15 gol bersama VVV-Venlo di Liga Belanda musim 2025/2026, karena tidak memenuhi syarat kelayakan FIFA terkait garis keturunan. Penyerang kelahiran Zoetermeer, Belanda, pada 5 September 2001, memiliki darah Indonesia dari generasi buyut di Depok, Jawa Barat, namun regulasi FIFA hanya mengakui hubungan langsung melalui orang tua, kakek, atau nenek kandung yang lahir di wilayah asosiasi negara yang dibela. Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengonfirmasi bahwa pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menerima klarifikasi resmi bahwa Zandbergen tidak memenuhi kriteria naturalisasi. Kepindahan Zandbergen ke Dinamo Bucuresti pada 1 September 2026 tidak mengubah status kelayakannya untuk membela Garuda, meski ia telah mencatat dua hattrick di Liga Belanda dan memulai musim 2026/2027 di Rumania dengan satu gol dan satu assist dari lima penampilan.
Zandbergen, berpostur 188 cm, pernah membela FC Dordrecht dan VVV-Venlo sebelum bergabung dengan klub Rumania. Produktivitasnya di kasta kedua Liga Belanda membuatnya menjadi salah satu pencetak gol terbanyak timnya pada musim 2025/2026, dengan dua hattrick masing-masing melawan FC Dordrecht dan SC Cambuur. Namun, meski memiliki rekam jejak tajam di Eropa, hubungan kekeluargaan yang terlalu jauh—hanya melalui buyut—tidak memenuhi batas minimal yang ditetapkan FIFA. Kondisi ini memperjelas bahwa kepemilikan darah Indonesia tidak otomatis memberi akses untuk memperkuat tim nasional, tanpa memenuhi kriteria administratif dan regulasi yang ketat.
Kegagalan merekrut Zandbergen memaksa Timnas Indonesia untuk terus mencari alternatif lain di lini depan, sambil memastikan setiap calon naturalisasi memenuhi seluruh persyaratan kewarganegaraan dan aturan FIFA. Dengan fokus pada Piala Asia 2027, manajemen tim kini semakin waspada terhadap kompleksitas proses naturalisasi, di mana prestasi di lapangan saja tidak cukup tanpa kepatuhan terhadap aturan global.















