Home Berita Olah Raga Pedro Neto Melesat Jadi Senjata Andalan Chelsea, Replika Victor Moses Muncul Kembali

Pedro Neto Melesat Jadi Senjata Andalan Chelsea, Replika Victor Moses Muncul Kembali

Sumbawanews.com,- Chelsea kembali membuktikan kejeniusan taktisnya dengan mengubah peran Pedro Neto dari pemain sayap menjadi wing-back, hasilnya pun langsung terlihat saat ia mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Everton di Hill Dickinson Stadium pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Performa gemilang Neto tidak hanya memperkuat posisinya di bawah pelatih Xabi Alonso, tetapi juga memicu kontrak baru hingga 2032—sebuah pengakuan resmi atas transformasi karirnya yang mengejutkan.

Neto, yang direkrut dari Wolverhampton Wanderers pada 2024 dengan biaya 54 juta pound sterling, sempat menjadi pemain yang diragukan masa depannya musim panas lalu. Ketidakpastian itu diperparah oleh kepergian Enzo Maresca, pelatih yang dekat dengannya, dan kegagalan Liam Rosenior bertahan lebih dari empat bulan di kursi pelatih. Chelsea pun finis di peringkat ke-10 musim lalu. Namun, kedatangan Alonso membawa perubahan radikal: Neto dipindahkan ke posisi wing-back, dan ia langsung menunjukkan dampaknya. Dalam sembilan penampilan musim ini—termasuk tiga kali sebagai pengganti—Neto mencatat empat gol dan satu assist, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan produktivitasnya sebelumnya di Chelsea, yang hanya 19 gol dan 19 assist dalam 103 penampilan.

Statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam ancaman ofensifnya: rata-rata 5,3 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit, naik dari 3,6 pada musim lalu. Ia kini menjadi ancaman konstan di area terakhir pertahanan lawan, meski bermain sebagai bek sayap. Peran barunya mengingatkan pada Victor Moses, yang sukses di bawah Antonio Conte pada 2016/2017 dengan mencetak tiga gol dan tiga assist dalam 34 penampilan Premier League, membantu Chelsea meraih gelar liga. Seperti Moses, Neto membuktikan bahwa pemain sayap bisa menjadi senjata mematikan bahkan ketika dipindahkan ke posisi bertahan.

Kontrak baru hingga 2032 yang ditandatangani Neto bukan sekadar penghargaan, tapi juga strategi jangka panjang Chelsea untuk memanfaatkan fleksibilitas taktis dan potensi ofensif yang belum pernah tergali sebelumnya. Dengan Neto yang kini menjadi tulang punggung lini belakang sekaligus ancaman serangan, Chelsea menemukan formula baru yang menggabungkan kekuatan defensif dan kecepatan menyerang—sebuah resep yang mungkin akan menentukan arah musim ini.

Previous article12 Atlet Muda Indonesia Berangkat ke Olimpiade Remaja 2026 Tanpa Target Medali
Next articleStriker Keturunan Indonesia Gagal Gabung Timnas, Ini Alasan Resminya