Sumbawanews.com,- Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memperingatkan Belgia bahwa performa terbaik Lamine Yamal belum sepenuhnya terlihat di Piala Dunia 2026, menjelang laga perempat final yang dijadwalkan pada 10 Juli 2026 di Los Angeles. De la Fuente menegaskan bahwa pemain berusia 18 tahun itu masih dalam proses berkembang, meski telah menunjukkan potensi besar sejak debutnya yang mencengangkan. Meski baru mencetak satu gol dan belum memberikan assist, Yamal tetap menjadi ancaman konstan di sayap kanan dengan kecepatan, dribel, dan visi permainannya yang mengganggu pertahanan lawan.
De la Fuente menekankan bahwa versi terbaik Yamal—yang menurutnya belum terwujud sepenuhnya di turnamen ini—akan menjadi kunci dalam menghadapi Belgia. Ia menolak membandingkan pemain muda itu dengan legenda seperti Lionel Messi atau Diego Maradona, menyebut hal itu sebagai “kesalahan terbesar”. Menurutnya, Yamal sedang menjalani proses kematangan mental dan teknis yang alami, termasuk menghadapi tekanan media dan taktik lawan yang dirancang khusus untuk mematikannya. Pelatih asal Spanyol itu justru memuji ketenangan dan motivasi luar biasa yang ditunjukkan Yamal, yang menurutnya mencerminkan mentalitas profesional di usia yang masih sangat muda.
Meski belum menunjukkan statistik mencolok, Yamal dinilai telah membuktikan nilai strategisnya di lapangan. De la Fuente percaya bahwa ledakan performa sang pemain akan segera terjadi, terutama dalam pertandingan krusial melawan Belgia. Ia menegaskan bahwa Yamal “sangat lapar untuk menunjukkan identitas sepak bolanya di Piala Dunia” dan siap secara mental menghadapi tantangan terberat dalam karirnya hingga kini.















