Sumbawanews.com,- Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin dinihari, 20 Juli 2026. Gol tunggal pencetak keunggulan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan, setelah umpan sundulan Nico Williams memecah pertahanan tim asuhan Lionel Scaloni. Kemenangan ini membawa La Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah, setelah sukses terakhir mereka pada 2010.
Sepanjang 90 menit waktu normal, Spanyol mendominasi permainan dengan penguasaan bola 66 persen dan melepaskan 20 tembakan—12 di antaranya tepat sasaran—namun gagal memanfaatkan peluang berulang kali. Argentina, yang tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, bertahan mati-matian dengan pertahanan rapat dan penyelamatan gemilang dari kiper Emiliano Martinez. Kedua tim bahkan sempat saling mengancam di masa injury time babak kedua, namun semua upaya gagal membuahkan gol.
Babak tambahan menjadi penentu. Spanyol terus menekan, dengan Ferran Torres hampir mencetak gol pada menit ke-67 dan Mikel Merino gagal memanfaatkan peluang emas di menit ke-103. Gol yang akhirnya tercipta pada menit ke-106 bermula dari umpan sundulan Nico Williams yang jatuh tepat di kaki Ferran Torres, yang langsung menuntaskan peluang dengan tembakan akurat ke pojok gawang. Gol kedua Ferran pada menit ke-114 dianulir karena posisi offside, sementara gol Nico Williams di menit ke-96 juga dibatalkan akibat pelanggaran oleh Mikel Merino sebelumnya.
Argentina, yang kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu merah pada menit ke-90+3, semakin kesulitan mengimbangi ritme serangan Spanyol. Meski Lionel Messi menjadi pusat perhatian, ia tak mampu menciptakan peluang signifikan. Tim asuhan Luis de la Fuente pun sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi, menutup perjalanan mereka dengan sempurna di turnamen ini.
Dengan kemenangan ini, Spanyol menjadi tim pertama yang meraih gelar juara Piala Dunia setelah menang dalam laga final tanpa mencetak gol dalam waktu normal, sekaligus menegaskan kembali kejayaan gaya permainan tiki-taka yang kembali menghiasi panggung dunia.















