Home Berita Olah Raga Shin Tae-yong Menang Pertama Bersama Persija, Tapi Apakah Ia Pelatih Hebat?

Shin Tae-yong Menang Pertama Bersama Persija, Tapi Apakah Ia Pelatih Hebat?

Sumbawanews.com,- Pada Sabtu, 5 September 2026, Persija Jakarta meraih kemenangan 1-0 atas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, dalam laga pembuka Super League 2026/2027. Gol kemenangan dicetak Alexander Jeremejeff pada menit 45+1 lewat sundulan setelah umpan silang Kerim Memija. Ini adalah kemenangan pertama Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija, sekaligus momen penting bagi pelatih asal Korea Selatan itu untuk membuktikan kualitasnya setelah kegagalan bersama Ulsan HD dan kepergiannya dari Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong sempat menjadi sosok kunci dalam transformasi Timnas Indonesia, membawa Garuda mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan mengalahkan Arab Saudi 2-0. Di bawah kepemimpinannya, peringkat FIFA Indonesia naik dari 149 pada April 2023 menjadi 127 pada Januari 2025 — lonjakan 22 peringkat dalam hampir dua tahun. Namun, setelah PSSI memutuskan berpisah dengannya pada 6 Januari 2025, perjalanan Shin di level klub justru suram. Ia ditunjuk Ulsan HD pada Agustus 2025, tetapi hanya bertahan dua bulan sebelum dipecat pada Oktober 2025. Dari 10 pertandingan yang dipimpinnya, Ulsan hanya menang dua kali, imbang empat, dan kalah empat — persentase kemenangan hanya 20 persen.

Kemenangan atas Borneo FC menjadi titik balik simbolis. Persija tampil terorganisir, menguasai bola di babak pertama, dan bertahan kokoh meski tekanan lawan meningkat setelah jeda. Namun, satu kemenangan di laga pertama belum cukup untuk menjawab keraguan publik. Tantangan sebenarnya baru dimulai: apakah Shin mampu membangun tim yang konsisten di level klub, sebagaimana ia pernah lakukan di tim nasional?

Reputasi Shin sebagai pelatih berpengalaman tak bisa diabaikan. Ia pernah menangani Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018, lalu membangun fondasi baru di Indonesia. Kini, di Persija, ia punya kesempatan kedua — bukan untuk membuktikan bahwa ia pernah hebat, tapi apakah ia masih bisa menjadi hebat di tengah tekanan yang jauh lebih kompleks.

Previous articleMaresca: Menang 1-0 Lebih Penting Daripada Main Cantik
Next articleTottenham Masih Tanpa Gol dan Kemenangan di Liga Inggris